Dicopot, mantan Kadis Kebersihan DKI minta maaf
Soal pengadaan 200 truk sampah yang ditolak DPRD, Unu Nurdin menegaskan semuanya dibuka ke masyarakat.
Mantan Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Unu Nurdin meminta maaf apabila pelayanan terhadap terhadap masyarakat terkait sampah kurang optimal saat dia menjalankan tugasnya menjadi Kepala Dinas Kebersihan DKI. Menurut dia, permasalahan sampah di DKI sangat kompleks karena melibatkan banyak pihak.
"Bayangkan malam 10 juta, siang 14 juta orang dengan perilaku yang sedemikian nggak bisa di ini dong liat aja kenyataan. Nah hal-hal itu yang saya minta maaf barang kali kurang optimal," ujar Unu yang ditemui usai pelantikan eselon II di Balai Kota, Rabu (12/2).
Menurut Unu, permasalahan sampah di DKI sudah sangat kompleks. Lantaran, tidak hanya melibatkan Dinas Kebersihan DKI tetapi juga melibatkan peran serta masyarakat.
"Tapi yang kaitan dengan sampah tidak akan habis-habisnya. Kenapa? Yang saya bilang permasalahannya tuh luas, masalah tata ruang, sosial, teknis, masalah finance, peran serta masyarakat dan sebagainya," kata Unu.
Terkait adanya permasalahan 200 truk sampah yang ditolak DPRD DKI Jakarta, Unu mempersilakan Pemprov DKI untuk membuka semuanya ke publik apabila ditemukan adanya penyimpangan tersebut.
"Tetapi kalau konotasi penyimpangan buka aja sendiri. Staf saya sudah paham semua. Saya hanya minta maaf dan terima kasih, itu aja kata-kata saya," pungkas Unu.
Unu Nurdin dan enam mantan kepala dinas yang dicopot akan menjalankan tugas baru di Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).
Baca juga:
Dicopot Jokowi, mantan Kadisdik sebut kado ultah pernikahan
Mantan Kadishub DKI mengaku legowo dicopot Jokowi
Ini daftar kepala dinas yang dicopot Jokowi
Jokowi copot kepala Dinas Perhubungan & kepala Dinas Kebersihan
Rhoma ingin duet dengan Jokowi, Ahok bilang cocok