Dicopot Ahok, sekwan DPRD ini bilang 'siapa yang bisa melawan'
Dia mengaku maklum bila dicopot karena dalam bekerja dirinya memang tak mampu memuaskan semua pihak.
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DKI, Ahmad Sotar Harahap mengaku pasrah dicopot Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hendak mencopotnya dari jabatan. Sotar bahkan mengaku sudah siap, karena ia menyadari bahwa masih banyak masalah di SKPD Sekretariat Dewan, yang saat ini ia pimpin.
"Saya tidak masalah. Kewenangan gubernur siapa yang mau melawan," ujar Sotar saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (3/9).
Sotar mengaku, dirinya mengetahui hal ini justru dari pihak media. Dirinya juga mengklaim telah bekerja semaksimal mungkin, dalam menjadi penghubung antara pemerintah dan dewan.
Namun bila ternyata Ahok masih belum puas atas kinerjanya, ia mengaku maklum karena dirinya memang tak mampu memuaskan semua pihak.
"Kalau saya lakukan kesalahan, namanya juga saya manusia. Pak Ahok bisa mencari pengganti yang menurut dia memang lebih mampu," pungkasnya.
Diketahui, Ahok menyebut jika Sotar merupakan salah satu dari tiga pejabat eselon II, yang akan turut diganti pada pelantikan pejabat Jum'at (4/9) esok.
Sotar menjadi sorotan Ahok, karena tidak memberi salinan LHP BPK dalam sidang paripurna penyampaian hasil pemeriksaan keuangan BPK terhadap Pemprov DKI. Selain itu, masalah pungli dari parkir liar di basement Gedung DPRD DKI pun, terungkap beberapa hari lalu dan diduga melibatkan namanya.
Baca juga:
Dulu semangat menolak, kini Ahok belikan DPRD mobil dinas baru
Kalau Taufik ikut pilgub, Ahok bilang 'saya lebih laku dari dia'
Undang pedagang ke Istana, Jokowi dihadiahi baju renang dan burung
Tak puas kerja lurah hasil seleksi, Ahok pilih wawancara sendiri
Tak beri salinan laporan BPK ke Ahok, sekwan DPRD DKI dicopot
Dilaporkan ke Bareskrim dan KPK, Ahok diminta introspeksi diri
Polda Metro mulai usut kasus PNS DKI yang tilep gaji pekerja lepas