Dibesuk Kapolda Sumsel, balita korban penembakan polisi minta mainan
Dibesuk Kapolda Sumsel, balita korban penembakan polisi minta mainan. "Saya segera carikan biar dia tidak trauma lagi, lukanya cepat sembuh," ungkap Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto. Secara umum, kata Agung, kondisi para korban mulai membaik.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto membesuk para korban penembakan brutal oleh polisi yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Agung menyampaikan belasungkawa dan meminta maaf atas kejadian itu.
Di rumah sakit milik Polda Sumsel tersebut, sedang dirawat empat korban, yakni Novianti (30) yang mengalami dua luka tembak di bahu kanan hingga patah, Dewi (35) terkena tembakan di tangan kiri, serta dua anak Novi, Genta (3) dan Galih (7).
Genta menjadi salah satu perhatian Agung. Bocah yang terluka di kepala akibat terkena peluru, berkesempatan berbincang dengan komando kepolisian di Bumi Sriwijaya. Agung mengatakan, tidak banyak yang disampaikan Genta kepadanya. Genta hanya meminta dibelikan mainan agar bisa bermain selama dirawat.
"Genta mau minta mobil-mobilan. Saya segera carikan biar dia tidak trauma lagi, lukanya cepat sembuh," ungkap Agung, Kamis (20/4).
Secara umum, kata Agung, kondisi para korban mulai membaik. Untuk penanganan lebih maksimal, dia akan mencari tim medis terbaik yang khusus merawat para pasien.
"Saya mau dokter terbaik, katanya ada di RSMH (Rumah Sakit Dr Moehammad Hoesin Palembang), tapi masih operasi di sana, secepatnya kita datangkan," kata Agung.
Selama masih dalam perawatan, para korban belum dimintai keterangan terkait kasus itu. Agung tidak ingin mengganggu psikologi mereka yang masih terlihat trauma.
"Belum dulu diperiksa, kalau benar-benar sembuh baru bisa, kita tunggu saja," pungkasnya.
Baca juga:
Tembaki satu keluarga saat razia, kejiwaan Brigadir K akan diperiksa
Jenguk korban, Gubernur Sumsel sesalkan penembakan di Lubuklinggau
Rekonstruksi penembakan Honda City digelar di Palembang
DPR soal polisi tembaki mobil: Sudah lama tak latihan nembak?
Brigadir K & Honda City yang diberondong peluru dibawa Polda Sumsel
Kejanggalan pra rekonstruksi penembakan mobil di Lubuklinggau
DPR sebut penembakan di Lubuklinggau aksi brutal & abuse of power