LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dibawa kabur kenalan FB, siswi SMP dipaksa jadi pelayan diskotek

Dari keterangan korban, dia telah berada di Palembang sejak tiga tahun lalu atau saat masih duduk di bangku kelas dua SMP. Dia diajak teman FB bernama Safira untuk jalan-jalan ke kota pempek itu.

2017-03-19 20:00:00
human trafficking
Advertisement

Seorang siswi SMP Negeri 13 Tangerang, bernama Marcel binti Yuni (15) kabur dari rumah dan menjadi pelayan (waiters) di diskotek. Diduga, dia menjadi korban perdagangan orang.

Dari keterangan korban, dia telah berada di Palembang sejak tiga tahun lalu atau saat masih duduk di bangku kelas dua SMP. Dia diajak teman FB bernama Safira untuk jalan-jalan ke kota pempek itu.

"Waktu itu saya pamitan sama ibu karena dijemput Safira itu, katanya mau diajak jalan-jalan. Kami naik mobil travel," ungkap korban Marcel di Polresta Palembang, Minggu (19/3).

Advertisement

Ternyata, korban bukan diajak wisata, melainkan dijadikan pegawai diskotek di kawasan Simpang Sungki, Palembang. Dia dipaksa menginap di rumah Safira
yang belum diketahui lokasi tepatnya.

"Saya disuruh melayani pengunjung laki-laki, buat kasih minuman (alkohol)," ujarnya.

Meski telah bekerja tiga tahun, korban tak juga menerima gaji dari Safira. Hal itu membuatnya memutuskan kabur dan langsung datang ke kantor polisi. "Tadinya mau numpang tidur, karena bingung mau kemana," kata dia.

Advertisement

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan, awalnya petugas curiga melihat sikap korban yang kebingungan begitu tiba di Mapolresta Palembang, Sabtu (18/3). Setelah diinterogasi, korban diduga menjadi korban perdagangan manusia.

"Pengakuannya asal Tangerang, sudah tiga tahun di Palembang karena diajak seseorang berwisata," kata Maruly.

Dijelaskannya, warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya, diharapkan dapat datang ke kantor polisi terdekat dengan menyertakan bukti identitas keluarga. Korban bercirikan rambut panjang dan kulit sawo matang.

"Kita masih koordinasikan dengan Polres Tangerang, siapa tahu pengakuan korban benar adanya," pungkasnya.

Baca juga:
Cegah perdagangan orang, Imigrasi Depok tolak 45 pemohon paspor
Diduga terlibat perdagangan manusia, jasa penyalur TKI digerebek
Berkat secarik kertas, pramugari ini gagalkan perdagangan manusia
Kisah pilu bocah Yazidi dijual ISIS
Polisi bekuk penjual wanita Ceko jadi PSK di Inggris

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.