Dianggap meresahkan, massa geruduk kampung Gafatar di Kukar
Setiap bulan jumlah pendatang pengikut Gafatar terus bertambah.
Sekelompok massa mendatangi pemukiman warga pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), di Desa Karya Jaya, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (20/1) siang. Mereka resah dengan kehadiran eks anggota Gafatar yang terus bertambah.
Di desa itu, 227 warga pendatang didominasi asal Sulawesi Selatan. Sekitar 201 di antaranya mengaku bekas anggota Gafatar.
"Kalau awal kedatangan warga dari luar ini, masyarakat tidak resah. Setelah beberapa bulan semakin bertambah, mereka (masyarakat) mulai resah. Apalagi ada kejadian di beberapa daerah seperti itu," kata Kapolsek Samboja, AKP Dika Yosep Anggara, saat dihubungi merdeka.com, Rabu (20/1).
Dikatakan Dika, kedatangan warga pendatang ke Samboja terus bertambah tiap bulannya. Kondisi itu dimulai sekitar pertengahan Agustus 2015 lalu, baik dari Enrekang, Maros, Bone, dan Makassar. Alasan para pendatang itu ingin memperbaiki nasib perekonomiannya di Kalimantan, khususnya di Samboja.
"Kedatangan ke Samboja, mereka sambil bertani. Kita pantau awalnya 30 orang, tiap bulan bertambah 25 sampai 30 orang secara bertahap. Setelah dalam pertemuan rapat bersama warga, pemerintah kecamatan, saat itu warga bertanya dan dijawab, 'kami memang eks Gafatar," ujar Dika.
Siang ini, masyarakat mendatangi permukiman warga itu, baik dari Desa Karya Jaya, Desa Wonotirto, dan lainnya. Namun kedatangan massa itu diredam polisi dengan menurunkan kekuatan 1/3 personel Polres Kutai Kartanegara, dibantu Satpol PP, dan Batalion Kavaleri TNI AD di Samboja.
"Pengamanan sementara masih bisa di-handle dari Polres, cukup. Ada juga TNI. Jumlah personel cukup berimbang, sekitar 300 orang. Berimbang dengan massa yang berjumlah sekitar 400 orang. Di awal tadi sempat hampir seribu orang yang datang," sambung Dika.
Soal insiden di Mempawah, Kalimantan Barat, lanjut Dika, polisi berupaya semaksimal mungkin supaya tidak terjadi di Samboja. Sejauh ini, kedatangan massa Samboja ke permukiman eks Gafatar tidak mengarah ke tindakan rusuh.
"Kami antisipasi, sejak awal kami pantau. Gerakan mereka selalu kami dahului. Sampai sekarang kami redam terus. Rekan TNI sudah menegaskan jangan ada yang anarkis, jangan ada senjata tajam," tutup Dika.
Baca juga:
Menolak Gafatar, alasan warga Mempawah bakar pemukiman kelompok tani
Pemerintah akan mempelajari soal penyerangan eks ormas Gerakan Fajar
Eks pentolan Gafatar sebut pengikut Ahmad Musadeq pangkal masalah
Ini nama warga Yogya yang berada di kamp Gafatar di Mempawah Kalbar
Jokowi sudah beri arahan Luhut dan Polri soal Gafatar di Mempawah