Diana Maringka datangi KPK
"Rupiah terima Rp 50 juta, Rp 30 juta uang Kongres, Rp 20 juta dari Demokrat Sulut. Duit totalnya USD 7000."
Ketua Dewan Pimpinan Partai Demokrat Cabang Minahasa, Diana Maringka hari ini mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangannya tersebut bukan untuk diperiksa melainkan untuk menyerahkan sejumlah bukti kasus Hambalang. Diana secara khusus menyerahkan sejumlah barang bukti terkait aliran dana kongres Partai Demokrat tahun 2010.
"Rupiah terima Rp 50 juta, Rp 30 juta uang Kongres, Rp 20 juta dari Demokrat Sulut. Duit totalnya USD 7000 pecahan 100 dolar," kata Diana di kantor KPK, Jakarta, Senin (18/6).
Meskipun demikian, Diana mengaku tidak tahu asal sumber uang tersebut. Diana tidak mengetahui apakah uang tersebut berasal dari proyek Hambalang.
"Kalau dari awal saya tahu, saya tidak akan terima itu uang. Karena tanggung jawab saya besar untuk negara maka saya siap mengembalikan," ujar Diana.
Menurut Diana, uang tersebut berasal dari sponsor pemenangan Anas dalam kongres Partai Demokrat. Dan Diana mengatakan uang tersebut diberikan oleh Umar Arsal.
"Namanya kita ada di grup pak Anas ya harus pilih pak Anas. Saya memilih karena sudah megang duit. Waktu itu masih simpati ke pak Anas," terangnya.(mdk/war)