Di Unhas, JK ingatkan mahasiswa jangan punya mimpi jadi PNS
Di Unhas, JK ingatkan mahasiswa jangan punya mimpi jadi PNS. JK mengatakan, pemerintah saat ini sedang memoratorium penerimaan PNS baru. Karena itu, JK ingin mahasiswa setelah lulus belajar jadi pengusaha atau profesional.
Wapres Jusuf Kalla (JK) menekankan agar mahasiswa saat ini tidak lagi mimpi jadi PNS. Karena pemerintah sementara melakukan moratorium PNS selama lima tahun. Adapun jika ada penambahan, itu hanya khusus untuk tenaga kesehatan, penyuluh pertanian dan guru. Yang lain tidak boleh ditambah lagi.
"Bayangkan di Unhas ini setiap tahun selesai pendidikannya sebanyak 4.500 orang, mau ke mana mereka sementara kita saat ini melakukan moratorium pegawai negeri selama lima tahun secara nasional. Maka tentu hanya satu pilihan bagi mahasiswa yakni bekerja di sektor sendiri atau istilah anak mudanya start up ataukan bekerja secara professional," kata Jusuf Kalla saat bicara saat kegiatan peletakan batu pertama pembangunan gedung center of microfinance di kampus Universitas Hasanuddin kerjasama dengan BRI, Senin, (27/2).
Dia mencontohkan, dirinya menceritakan kebersamaan dengan rekannya sesama pengusaha yakni Aksa Mahmud dan Alwi Hamu. Menurutnya, mereka bertiga selalu memberi contoh bagaimana seorang aktivis mahasiswa jadi aktivis ekonomi. Setelah jadi aktivis mahasiswa, mereka menarik diri kemudian berusaha. Menjadi pengusaha itu dimulai dari bawah, menengah, ke atas.
Lebih jauh dijelaskan, agar mahasiswa tidak bingung usai wisuda, sebelumnya harus diperkenalkan kepadanya tentang dunia usaha. Katanya, dulu saat masih ketua Kadin di Makassar punya program bersama Unhas melakukan pelatihan usaha selama tiga hari kepada mahasiswa calon wisudawan.
"Saat itu kita menggelar pelatihan selama tiga hari kepada mahasiswa berupa pelatihan memperkenalkan dunia usaha, dunia kerja agar setelah pendidikannya selesai mereka tidak bingung," kata JK seraya meminta rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu yang tidak lain adalah adik iparnya itu agar menggalakkan lagi pelatihan seperti itu. Kata Jusuf Kalla, mahasiswa itu tidak boleh menerima ijazahnya sebelum mengikuti pelatihan pengenalan usaha.(mdk/rnd)