LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Di tengah lawatan Raja Salman, demo Kedubes Arab dibubarkan paksa

Serikat buruh migran Indonesia (SBMI) berencana melakukan aksi diam di depan kedutaan besar Arab Saudi, Kamis (2/3). Namun, belum sempat aksi digelar, aparat kepolisian menangkap beberapa peserta aksi. Aksi ini sengaja digelar bertepatan dengan kedatangan Raja Salman.

2017-03-02 16:15:39
Buruh
Advertisement

Serikat buruh migran Indonesia (SBMI) berencana melakukan aksi diam di depan kedutaan besar Arab Saudi, Kamis (2/3). Namun, belum sempat aksi digelar, aparat kepolisian menangkap beberapa peserta aksi. Alasannya, polisi melarang menggelar demo di depan Kedubes Arab.

LSM gabungan dari solidaritas perempuan, serikat buruh migran Indonesia, keluarga besar buruh migran (Kabarbumi) mengecam aksi aparat kepolisian. Salah satu peserta aksi dari solidaritas perempuan, Nur Sayura meneriaki aparat dengan menyebut rezim anti rakyat dan otoriter. Nur meminta agar kawan-kawannya yang diamankan polisi untuk dibebaskan. "Bebaskan korlap kita, rezim anti rakyat!," Teriak Nur.

Advertisement

Massa aksi yang tersisa sempat meneriakkan tuntutan terkait perlindungan buruh migran di Arab Saudi yang kebanyakan adalah perempuan. Pembebasan Rusmini, Sumartini, Warnah, dan buruh migran lainnya menjadi tuntutan masa aksi. Tuduhan menyihir istri pertama majikan yang sakit-sakitan dianggap tidak rasional. "Kejahatan yang tidak masuk akal, ada ribuan buruh migran perempuan di Saudi dan di bunuh," ucap Nur.

Aksi ini sengaja digelar bertepatan dengan kedatangan Raja Salman dan hari perempuan internasional 2017. Salah satu masa aksi dari Kabar Bumi, Marjainab mengecam pembubaran paksa aksi ini. Sempat terjadi adu mulut dan penggiringan paksa pada beberapa masa aksi. "Sayangnya aksi diam ini dibubarkan, korlapnya yang laki-laki dibawa pergi," ungkap Marjainab.

Advertisement

Massa aksi ingin mengingatkan pemerintah Arab Saudi dan Indonesia untuk tidak hanya sekedar membicarakan investasi saja saat lawatan Raja Arab, namun nasib buruh migran karena ini terkait dengan Kemanusiaan.

"Negara agar tidak hanya mengurus invetasi saja, tidak hanya ngurus kuota keberangkatan haji, tapi urus buruh migran yang ada di Arab. Banyak buruh yang jadi korban, ditangkap dan diadili secara tidak adil dan berakhir di ujung pisau pancung," tekan Marjainab.

Peserta aksi dan polisi akhirnya sepakat. Massa membubarkan diri jika rekan mereka yang ditangkap dibebaskan. Setelah kesepakatan dipenuhi polisi masa aksi membubarkan diri. Aksi ini hanya berlangsung 30 menit.

Baca juga:
Aksi buruh migran di depan Kedubes Arab diusir aparat
Keliling Istana, Jokowi jadi sopir Raja Salman
DPR harap kunjungan Raja Salman tingkatkan investasi migas RI
Raja Salman berikan potongan kain Kakbah buat Masjid Istiqlal
Ketua DPR Setya Novanto sempat bicara dengan Raja Salman soal haji
Pidato lengkap Raja Salman, dari keramahan Indonesia hingga teroris

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.