Di Purwakarta bakal ada wisata air dengan konsep terapung
Sebagai langkah awal pihaknya telah meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta untuk menyiapkan pendidikan khusus pelajar sekitar Waduk Jatiluhur dalam bidang kepariwisataan seperti perhotelan dan tata boga.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta berencana menjadikan kawasn Waduk Jatiluhur menjadi Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) yakni dengan menjadikannya sebagai daerah wisata. Tujuannya juga untuk memaksimalkan kekayaan alam yang tersedia.
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, Waduk Jatiluhur merupakan satu dari sekian banyak ikon pariwisata di kabupaten yang dipimpinnya.
Sebagai langkah awal pihaknya telah meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta untuk menyiapkan pendidikan khusus pelajar sekitar Waduk Jatiluhur dalam bidang kepariwisataan seperti perhotelan dan tata boga.
"Kalau kita siapkan dari sekarang, nanti saat kepariwisataan berkembang, warga sudah siap menyambut. Kebiasaan di kita (Indonesia) itu membangun infrastruktur tapi sumberdaya manusianya belum siap. Nah saya coba ubah tradisi itu," kata Dedi saat dihubungi.
Untuk melengkapi itu, Dedi mengutarakan pihaknya akan mulai membangun beberapa destinasi wisata baru. Salah satunya adalah Kampung Air Jatiluhur berlokasi di daerah Parang Gombong, Kecamatan Sukasari.
Wisata itu bakal dilengkapi berupa penginapan menggunakan resot-resot yang terapung di Waduk Jatiluhur.
"Nanti ada pasar tradisional terapung juga, yang khusus menyediakan bahan makanan untuk para pengunjung. Jadi wisatawan bisa masak atau mengolah makanan sendiri," tutur Dedi.
Untuk memuluskan hal tersebut pihaknya telah membuat konsep untuk mewujudkan Kampung Air Jatiluhur tersebut dengan pendanaan berasal dari APBD.
"Ini adalah salah satu jawaban, sebagai solusi atas penataan Kolam Jaring Apung (KJA) Jatiluhur. Kita buat pariwisata berbasis alam dalam hal ini air dari Waduk Jatiluhur," ucapnya.
Dalam waktu dekat pemerintah akan mulai membangun 40 bangunan untuk Kampung Air Jatiluhur yang lokasinya di daerarh Kertamanah dan Kutamanah.
"Jadi satu kepala keluarga mengelola satu rumah terapung," Dedi menambahkan.
Target wisatawan yang berkunjung ke Kampung Air tersebut, selain warga lokal dan berbagai daerah di Indonesia, juga diharapkan menjadi salah satu tujuan utama bagi para turis asing.
"Disana mereka bisa ikut melakukan kegiatan keseharian masyarakat setempat, mulai dari memancing, menjala ikan dan lainnya. Pokoknya wisata ini sangat luar biasa dan segera kita realisasikan," jelas Dedi.
Agar terlaksana dengan baik saat ini, lanjut Dedi, pihaknya tengah mengebut pembangunan jalur lingkar barat yang merupakan jalan baru yang dibangun pemerintah daerah secara bertahap sejak tahun 2014 lalu. Jalan tersebut pun sekaligus membuka akses baru bagi warga yang 50 tahun terisolir imbas pembangunan Waduk Jatiluhur.
Selain mengandalkan potensi Waduk Jatiluhur, nantinya jalur lingkar barat yang memiliki panjang sekira 67 KM memiliki potensi wisata lain yang berbasis alam seperti yang sudah mulai mendunia saat ini adalah Gunung Parang.
Baca juga:
Wisata Curug Tilu, nuansa Arizona di belantara Purwakarta
Purwakarta targetkan 90 persen pembangunan jalan pada 2017
Daripada ke Jakarta, Muslim Purwakarta diajak Salat Subuh berjemaah
Pustakawan keliling inspirasi Dedi Mulyadi buat Purwakarta Membaca
Pemkab Purwakarta serius garap pariwisata di 2017