LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Di Makassar, Ancaman Virus PMK Tidak Bikin Penjualan Sapi Menurun

Ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK) ternyata tidak mempengaruhi penjualan hewan kurban di Makassar. Bahkan penjual hewan kurban mulai mengalami peningkatan penjualan.

2022-07-04 14:11:42
Penyakit Mulut dan Kuku
Advertisement

Ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK) ternyata tidak mempengaruhi penjualan hewan kurban di Makassar. Bahkan penjual hewan kurban mulai mengalami peningkatan penjualan.

Penjual hewan kurban di Tamangapa, H Kallu mengatakan adanya wabah PMK pada hewan kurban tidak terlalu mempengaruhi penjualan. Hingga saat ini, dirinya sudah menjual 100 sapi.

"Hampir ji sama (penjualan) tahun lalu. Mudah-mudahan tahun ini naik sedikit, karena masih bisa menjual sampai tanggal 9 (Juli)," kata Kallu kepada wartawan, Senin (4/7).

Advertisement

Ia menambahkan untuk harga hewan kurban, khususnya sapi juga tidak mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Ia membeberkan harga sapi dirinya jual mulai Rp12 sampai Rp25 juta.

"Sama (harganya) yang dijual tahun kemarin. Harganya naik sedikit, tapi kisaran ada Rp11 juta, ada juga Rp12 sampai Rp25 juta yang (sapi) besar," tuturnya.

Meski demikian, akibat virus PMK pembeli hewan kurban selalu mempertanyakan sertifikat kesehatan. Olehnya itu, ia bersyukur ada dari Dinas Pertanian dan Peternakan (DP2) Makassar.

Advertisement

"Pembeli na cari sertifikat kesehatan. Jadi terima kasih dari Dinas sudah periksa sapi ku, sehingga ada surat kesehatannya," tuturnya.

Sementara itu, Kepala DP2 Makassar, Evi Apriliaty mengaku pihaknya sudah mengerahkan 150 tim pemeriksa hewan kurban yang di antaranya 30 orang dokter untuk mencegah adanya PMK. Dia menegaskan tim tersebut melakukan pemeriksaan antemortem hewan kurban yang dijual oleh sejumlah pedagang.

"Hari ini kita lakukan pemeriksaan hewan kurban yang dijual di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala. Kami melakukan pemeriksaan dari luar yaitu antemortem secara fisik hewan, kita sudah lihat dan periksa gigi, kulit, (mampu) berdiri, mata dalam kondisi sehat," ujarnya.

Setelah melakukan pemeriksaan, Evi mengungkapkan sampai saat ini belum ditemukan sapi dan hewan kurban lainnya yang terpapar virus PMK. Ia mengaku mengerahkan Mobile Lab Care untuk memeriksa secara cepat kondisi kesehatan hewan kurban yang dijual.

"Saat ini belum ada (ditemukan) penyakit. Semoga Sulsel dan khususnya Makassar tidak ada hewan kurban terjangkit penyakit," kata dia.

Ia mengaku hewan kurban yang dijual di Makassar berasal dari sejumlah daerah di Sulsel seperti Kabupaten Bone, Sinjai, dan Soppeng. Ia yakin Dinas Peternakan di kabupaten tersebut sudah secara ketat memeriksa hewan kurban sebelum dikirim ke Makassar.

"Dinas Peternakan di kabupaten juga mawas dengan adanya wabah ini. Apalagi Bapak Gubernur Sulsel juga sudah memerintahkan untuk selalu waspada akan virus (PMK)," tegasnya.

Ia mengaku saat ini instansinya masih melakukan pendataan jumlah hewan kurban yang masuk di Kota Makassar. Tetapi jika berdasarkan tahun 2021, setidaknya kebutuhan hewan kurban di Makassar mencapai 5 ribu ekor.

"Apalagi tahun ini ekonomi masyarakat mulai mengalami perbaikan jika dibandingkan tahun lalu. Jika sebelumnya mampu memesan cuma 80 ekor, sekarang bisa 150 ekor," ucapnya.

Ketua Tim Pemeriksa Manggala dan Panakkukang DP2 Makassar, drh Ridwan Gaffar mengatakan pihaknya melakukan pemeriksaan antemortem terhadap hewan kurban, khususnya sapi. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari apakah ada tanda-tanda mencurigakan penyakit Zoonosis, khususnya PMK.

"Kita periksa apakah hewan kurban ini bisa berdiri, berjalan, tidak pincang. Terus kita periksa juga lubang hidungnya, telinga dan anus," tuturnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Ridwan mengaku belum menemukan tanda-tanda klinis pada hewan kurban terjangkit PMK.

"Dari kita periksa tidak ada kerusakan lidah, gusi, mulutnya dan kukunya. Alhamdulillah sampai saat ini penyebaran khusus Makassar belum terlihat adanya tanda-tanda PMK," tegasnya.

Baca juga:
Anies Baswedan Pastikan Jakarta Aman dari Penyakit Mulut dan Kuku
Cegah Penyakit Mulut dan Kuku, 865 Petugas Pemeriksa Hewan Kurban Disebar di Jakarta
Anies: Jakarta Aman dari PMK
Cegah Penularan PMK, Kementan Gelar Pelatihan di Banyak Daerah
Menko Muhadjir Minta Peran Aktif Kampus Bantu Tangani Wabah PMK
Wabah PMK Masuk Bali, Kasus Pertama Ditemukan di Gianyar
BNPB Tetapkan Status Keadaan Tertentu Darurat PMK, Pemda Diminta Gerak Cepat

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.