LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Di India, Wiranto bicara soal penanganan terorisme

Di India, Wiranto bicara soal penanganan terorisme. Menko Polhukam Wiranto mengatakan, perlunya menguatkan kerjasama, baik secara bilateral, regional maupun global untuk melawan terorisme. Sebab, kata Wiranto, ancaman terorisme selalu ada dan perlu disadari kapanpun.

2017-03-15 12:00:06
wiranto
Advertisement

Menko Polhukam Wiranto mengatakan, perlunya menguatkan kerjasama, baik secara bilateral, regional maupun global untuk melawan terorisme. Sebab, kata Wiranto, ancaman terorisme selalu ada dan perlu disadari kapanpun.

"Ancaman tersebut juga seharusnya menjadi pengingat kita, bahwa kita harus terus mempersiapkan diri serta melakukan segala daya upaya yang diperlukan guna mencegah dan melawan kejahatan yang luar biasa ini," kata Wiranto saat menjadi pembicara dalam Counter Terrorism Conference (CTC) 2017, di New Delhi, India, Selasa (13/4).

Wiranto menyebutkan, bahwa tantangan ke depan, yaitu bagaimana menerapkan berbagai strategi guna menangkal teroris seperti memperkuat pelaksanaan hukum, mengontrol perbatasan, serta pertukaran informasi antara negara asal, transit, dan negara tujuan. Menurut Wiranto, pertemuan seperti konferensi ini dapat menjadi pemersatu berbagai negara untuk melawan teroris.

"Harapan saya, semua keinginan, perspektif, program dan rencana-rencana dalam melawan teroris dapat terus terealisasikan," katanya.

Wiranto mencontohkan, bagaimana Indonesia merespon berbagai ancaman teroris yang terus berdatangan. "Kami menggunakan dua pendekatan, yakni pendekatan keras dan lembut. Dalam pendekatan keras kami memburu grup-grup teroris, memecah mata rantai mereka, dan melakukan penegakan hukum yang terus menerus," katanya.

Hasilnya dapat terlihat dengan tewasnya para gembong pimpinan teroris di Indonesia, seperti pembuat bom Dr. Ashari, ahli propaganda Nurdin M. Top, dan baru-baru ini kelompok Santoso. "Ini menunjukan bahwa Indonesia tidak pernah mentoleransi adanya teroris, dan kami berkomitmen untuk mengejar hingga kelompok terakhir," tegas Wiranto.

Wiranto melanjutkan, bahwa Indonesia dalam melawan teroris juga menggunakan pendekatan halus, yang dinamakan deradikalisasi atau program melawan radikalisasi yang dijalankan oleh Badan Nasional Penanganan Teroris (BNPT).

"Untuk melawan propaganda, kita harus menggunakan narasi yang efektif untuk melawan propaganda mereka dan juga penting untuk mencegah mereka untuk mendapatkan akses lebih terhadap cyber technology," katanya.

CTC 2017 yang dilangsungkan pada tanggal 14 hingga 16 maret ini merupakan tahun ketiga pertemuan yang digagas oleh Indian Foundation. Pada CTC 2017, tak kurang dari 50 pembicara dari berbagai negara dihadirkan untuk mengupas tuntas mengenai permasalahan terorisme di dunia selama 3 hari pelaksanaannya.

Baca juga:
Temui Wapres India, Wiranto bahas cyber security dan terorisme
Polri akan bantu pelatihan & peralatan antiteror polisi Afghanistan
Polri beri peralatan buat pasukan khusus antiteror Afghanistan
Wakapolri & Polisi Malaysia kerja sama cegah warga gabung ISIS

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.