Di hari 3 tahun Jokowi-JK, Forum Ulama Jabar kembali demo tolak Perppu Ormas
Dalam aksinya, mereka membawa beberapa spanduk penolakan seperti 'Jangan Bodohi Rakyat dengan Perppu Ormas.
Forum Ulama dan Tokoh (FUT) Jawa Barat kembali menggelar aksi bertepatan dengan tiga tahun pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Mereka menyoroti represifnya rezim Jokowi-Jusuf Kalla (JK) dengan hadirnya Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang perubahan atas UU Nomor17 Tahun 2013 tentang ormas.
Aksi damai dari ratusan massa tersebut digelar di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (20/10). Dalam aksinya, mereka membawa beberapa spanduk penolakan seperti 'Jangan Bodohi Rakyat dengan Perppu Ormas' dan 'Perppu Ormas Bukti Rezim Diktator Anti Islam'.
"Dengan terbitnya Perppu Ormas tersebut kami jelas menolak keras karena sesungguhnya tidak ada alasan yang bisa diterima bagi terbitnya Perppu tersebut," kata Koordinator Aksi KH Ali Bayanullah Al Hafidz di sela aksinya.
Menurut dia, pemerintah dinilai terlalu takut ketika kesulitan menghadapi sebuah ormas yang kritis dan malah membuat peraturan baru. Hal ini bisa dilihat dari dihilangkannya proses pengadilan dalam mekanisme pembubaran ormas melalui Pasal 61.
"Ini membuka kesewenang-wenangan pemerintah yang akan bertindak secara sepihak karena tidak ada ruang bagi ormas untuk membela diri," ujarnya.
Selanjutnya ada ketentuan-ketentuan yang bersifat karet seperti larangan melakukan tindakan permusuhan terhadap SARA Pasal 59-3 dan penyebaran paham lain yang dianggap mengganggu Pancasila dan UUD 1945.
"Ini berpotensi dimaknai secara sepihak untuk menindas," imbuhnya.
Oleh karena itu, melalui fakta tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa rezim yang berkuasa saat ini adalah rezim represif. Dia mengklaim, saat ini ada kriminalisasi terhadap ulama, penghalangan kegiatan dakwah di setiap tempat akibat dari terbitnya Perppu Ormas tersebut.
Aksi yang menutup seperempat Jalan Diponegoro tepatnya di Gedung Sate itu berlangsung damai. Aksi tersebut mendapatkan pengawalan dari ratusan kepolisian. Massa sekitar pukul 11.00 WIB membubarkan diri secara tertib.