Di hadapan petani, Sudirman berbagi ide tentang ketahanan pangan
"Kunci utama kedaulatan pangan di Jateng adalah pemerintahan yang bersih yang memiliki kepedulian dan keberpihakan kepada petani, sehingga ujung dari urusan ini adalah terwujudnya ketahanan pangan di Jateng," katanya.
Sudirman Said berbagi ide tentang ketahanan pangan dengan petani yang bergabung di Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayibah (SPPQT). Ide tersebut disampaikan saat diskusi bertajuk Kedaulatan Pangan dan Kedaulatan Petani, Apakah Bisa Segera Diwujudkan?, Jumat (11/5) di Salatiga.
"Kunci utama kedaulatan pangan di Jateng adalah pemerintahan yang bersih yang memiliki kepedulian dan keberpihakan kepada petani, sehingga ujung dari urusan ini adalah terwujudnya ketahanan pangan di Jateng," katanya.
Menurut menurutnya, petani sebagai salah satu subjek kedaulatan pangan adalah mendorong petani mengorganisir bibit secara alamiah, tanpa keterpaksaan, utamanya dari penguasa. "Bayangkan kalau komunitas petani, seperti Qaryah Thayibah ini banyak tersebar di Jateng tentu akan memudahkan terwujudnya cita-cita kedaulatan pangan, dengan adanya petani, kemudian dimasuki idealisme dan kemampuan teknologi, dimasuki akses, rasanya terjadi satu kekuatan luar biasa untuk mewujudkan kedaulatan pangan," jelasnya.
Selain itu, hal penting yang bisa dilakukan dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan adalah mengadopsi program-program sarjana membangun desa. "Beberapa waktu lalu, kami, bersama Mas Anies Baswedan membuat program di bidang pendidikan yakni Gerakan Indonesia Mengajar (GIM), kemudian berlanjut juga ada program serupa di bidang kesehatan, yakni Pencerah Nusantara, intinya merekrut sarjana baru atau lama, para guru dan ahli kesehatan, kemudian diintegrasikan dengan desa," paparnya.
Para sarjana pertanian yang diajak membangun desa tersebut, diintegrasikan dengan desa dalam waktu yang cukup, sehingga para pakar pertanian tersebut membuat petani akan punya informasi, membangun akses pasar dan juga gudang logistik. “Kuncinya adalah program terencana, pergi ke wilayah terpencil, membangun kemampuan petani, bisa mengorganisir lahannya, hal ini juga akan memberi peluang bagi mekanisasi pertanian,” ungkap Sudirman.
Cara selanjutnya, adalah melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi di Jateng untuk melakukan pemberdayaan pertanian dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). “Tapi bukan KKN yang sifatnya hanya membangun got, mengecat gedung, secara lebih khusus melakukan pemberdayaan oleh mahasiswa KKN kepada para petani,” tandasnya.
Terakhir, cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan kedaulatan pangan adalah melakukan gerakan beli dan bela Jateng. “Gerakan ini mengadopsi gerakan di Kabupaten Kulonprogo, yang dicanangkan Bupati Hasto Wardoyo, di mana di sana para ASN diwajibkan membeli dari petani setempat, dilanjutkan pakai batik bikinan perajin setempat, saya kira ini bisa dilakukan di Jateng, beli Jateng dan bela Jateng, dibarengi dengan pengorganisasian yang baik, saya kira bisa dilakukan,” paparnya.
Sudirman menilai SPPQT adalah komunitas pertanian mandiri yang sukses membangun kemandirian bagi paguyuban petani di seluruh Jateng yang tergabung di dalamnya. Salah satunya adalah program pembuatan bibit dan aktif menggelar diskusi-diskusi pertanian.
Baca juga:
Habib Husein: Sudirman Said teman saya semasa Haji
Catat, ini harta peserta Pilkada di Jawa Tengah
Program 'Ayo Obah' Sudirman-Ida diklaim sudah latih 2000 wirausahawan
Ida Fauziyah minta Fatayat NU tak golput di Pilgub Jateng
Gus Yasin ingin rumah sakit tanpa dinding, Ida Fauziyah pilih tambah puskesmas
Sudirman Said serang isu korupsi, Ganjar jawab 'Gubernurmu menolak pemberian'
Sudirman ajak warga Jateng pilih pemimpin yang tak berisiko korupsi