LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Di depan massa 299, Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat tegaskan tolak PKI

Di depan massa 299, Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat tegaskan tolak PKI. Anggota dari 4 fraksi partai langsung naik ke mobil komando dan memberikan tanggapan terkait dua tuntutan utama dari massa aksi. Mereka menyatakan setuju dengan aspirasi massa aksi 299 yakni menolak kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

2017-09-29 19:18:10
Aksi 299
Advertisement

Setelah menerima perwakilan aksi 299, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Agus Hermanto, serta sejumlah anggota DPR, seperti Daeng Muhammad dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Nasir Djamil dan Almuzzamil Yusuf dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, dan Ahmad Riza Patria dari Fraksi Partai Gerindra menyambangi massa di depan Gedung DPR.

Anggota dari 4 fraksi partai langsung naik ke mobil komando dan memberikan tanggapan terkait dua tuntutan utama dari massa aksi. Mereka menyatakan setuju dengan aspirasi massa aksi 299 yakni menolak kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto mengatakan paham komunisme sangat bertentangan dengan ideologi Pancasila, dan UUD 1945. Terlebih lagi, hingga saat ini aturan hukum TAP MPRS Nomor 25 tahun 1966 belum dicabut sehingga PKI dan paham komunisme tetap dilarang hidup di Indonesia.

"Paham ini sangat bertentangan dengan ideologi Pancasila, dan UUD 1945 dan seluruh agama apapun terlebih dari sisi peraturan perundang-undangan, tap MPRS No 25 tahun 1966 masih berlaku dan tetap berlaku. Dan belum dicabut dan tidak dicabut," kata Agus di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (29/9).

Setelah Agus, Wakil Ketua Umum Partai Fadli Zon mengajak semua pihak melawan upaya-upaya yang ingin membangkitkan kembali PKI dan paham komunisme di Indonesia. Hal itu karena paham komunisme bertentangan dengan

"Karena itu kalau ada usaha-usaha untuk membangunkan kembali, membangkitkan kembali bertentangan dengan konstitusi kita. Bertentangan denhan TAP MPRS dan undang-undang. Karena itu harus kita lawan bersama," tegasnya.

"Jangan sampai komunis yang telah dua kali berkhianat terhadap RI pada 1948 1965 bercokol kembali. Karena itu kita dukung usaha membangkitkan kembali nonton film kebangkitan G30S/PKI. Jangan sampai pengkhianat bangsa mendapatkan kesempatan kembali untuk hidup di NKRI," sambung dia.

Kemudian, politikus PAN Daeng Muhammad meyakini seluruh rakyat Indonesia tidak akan menerima kebangkitan PKI. Hal ini mengingat dua kali PKI telah pemberontakan kepada negara pada tahun 1948 dan 1965.

"Saya yakin Fraksi PAN akan beriringan terus menolak bangkitnya komunis dan PKI. Kita belajar dalam sejarah, mereka berkhianat di madiun. Tahun 65 mereka melakukan pemberontakan. Saya yakin, bangsa tidak akan menerima komunisme bangkit di negeri ini," ungkapnya.

Terakhir, Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan PKS Almuzzammil Yusuf melanjutkan, semua pihak yang berupaya menghidupkan PKI sama saja ingin menghancurkan negara.

Dari sisi agama sendiri, kata dia, PKI dan paham komunisme jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Sebab, PKI tidak mengakui adanya agama dan hal itu membahayakan NKRI.

"Tentang komunisme siapa saja yang ingin menghidupkan komunisme di Indoensia artinya ingin menghancurkan NKRI dia musuh NKRI karena konstitusi Pancasila jelas bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa seluruh warga negara harus beragama," tukasnya.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.