Di depan Jokowi, Setya Novanto puji langkah penguatan ideologi
Di depan Jokowi, Setya Novanto puji langkah penguatan ideologi.Setya Novanto mengapresiasi langkah pemerintah membentuk Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto menggelar acara buka puasa bersama di rumah dinasnya, Kawasan Widya Chandra, Senin (1/6). Hadir Presiden Joko Widodo, jajaran menteri Kabinet Kerja dan pimpinan lembaga negara.
Adapun pimpinan-pimpinan lembaga yang hadir, diantaranya, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Gubernur BI Agus Martowardojo.
Selain pejabat negara yang hadir, buka puasa bersama juga dihadiri oleh sejumlah tokoh, seperti dua mantan Ketua DPR Marzuki Alie dan Akbar Tandjung, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. Ada pula sejumlah Duta Besar yang hadir. Empat pimpinan dan sejumlah anggota DPR juga terlihat hadir dalam acara ini.
Di hadapan Presiden Jokowi, Setya Novanto mengapresiasi langkah pemerintah membentuk Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
"Kami apresiasi membentuk unit kerja Pancasila, Badan Siber dan Sandi Negara. Kita harap akan mempererat ideologi bangsa," kata Novanto dalam acara buka puasa bersama di rumah dinasnya di Jl Widya Chandra IV, Jakarta, Senin (1/6).
Novanto menuturkan, acara buka puasa seperti ini perlu dilakukan sebagai momentum silaturahmi para pejabat negara. Acara ini, kata Novanto, juga bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa pemimpin bangsa bersatu padu.
"Silaturahmi sangat baik dan perlu dilakukan bisa jadi contoh pemimpin bangsa bersatu padu dalam situasi seperti ini. Masyarakat perlu contoh, mari kita jadikan bulan suci ini menjadi momentum," imbuhnya.
Baca juga:
Kritik keras Jenderal Gatot terhadap demokrasi di Indonesia
'71 Tahun Indonesia merdeka, tak perlu lagi berdebat soal ideologi'
Panglima TNI sebut demokrasi Indonesia tak sesuai Pancasila
Setuju Panglima TNI, Ketua MPR sebut demokrasi RI kebablasan
UGM evaluasi ajaran Pancasila dalam kurikulumnya