Di Bengkulu beras raskin bau busuk
Warga miskin mengeluhkan kualitas beras raskin yang diterima bau busuk sehingga tidak layak dikonsumsi.
Warga miskin di Desa Agung Jaya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengeluhkan kualitas beras sejahtera (Rastra) yang diterima berbau busuk sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.
"Mayoritas beras yang diterima oleh warga miskin berbau busuk. Warga di sini tidak ada yang berani mengkonsumsinya," kata Anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Agung Jaya, Kecamatan Air Manjuto, Sapari Pasaribu, di Mukomuko, Kamis (24/3).
Sapari mengatakan beras itu berbau busuk bukan karena terkena air hujan pada saat pembagian beras itu pada Selasa (22/3). Tetapi kualitas beras yang sudah tidak layak di konsumsi.
Menurut Sapari, selama hidupnya barukali ini melihat jenis beras yang dicampurkan dalam satu karung dengan berat 15 kilogram.
"Kalau saja warga mengetahui kualitas beras pada saat pembagian, kemungkinan tidak ada warga yang mau menebus beras itu," bebernya seperti dilansir dari Antara.
Lebih jauh Sapari menuturkan, pembagian bantuan beras murah pada saat ini tidak sama dengan pembagian beras sebelumnya. Dulu warga bisa membuka karung beras, sekarang warga di rumah.
Namun, Kepala Perwakilan Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Kabupaten Mukomuko Ismail menapik kondisi beras sejahtera yang dibagikan kepada warga miskin di daerah itu kurang bagus karena beras itu terkena air hujan.
Pihaknya mengaku sudah mengganti beras tersebut dengan beras yang bagus. Seperti beras yang diterima warga miskin di Desa Sido Mulyo.
Selain itu, pihaknya juga sudah mengganti beras warga Desa Agung Jaya sebanyak 15 karung yang berisi masing-masing seberat 15 kilogram beras.
"Kami sudah sampaikan kepada desa agar segera melaporkan bila ada beras warga yang kurang bagus. Kami siap menggantinya," pungkasnya.
Baca juga:
7 Kades di Bengkulu ancam tak membagikan raskin ke warga
Solusi nyeleneh pemerintah saat harga beras dan daging mahal
Dituding gelapkan Raskin, Kades dipolisikan warganya sendiri
Mensos: Ada perbaikan kualitas pada beras sejahtera
Pembagian raskin di Bali kerap salah sasaran
Sistem pembagian raskin buruk, rakyat miskin terus bertambah