Dewan Badung geram, kabupaten terkaya tetapi UN tak pakai komputer
Saat meninjau pelaksanaan UN di wilayah Kuta, sejumlah anggota Dewan badung harus menutup muka.
Saat meninjau pelaksanaan UN di wilayah Kuta, sejumlah anggota Dewan badung harus menutup muka. Itu setelah melihat sejumlah Sekolah Negeri yang ada di Kabupaten Terkaya di Bali ini ternyata belum bisa menerapkan Ujian nasional (UN) berbasis komputer.
Agak aneh memang, jika Kabupaten Badung yang bergelimang dolar namun masih memiliki segudang persoalan di bidang pendidikan. Selain masih minimnya tenaga guru pengajar, di kabupaten yang APBD-nya terbesar urutan keempat di Indonesia, justru sekolah negeri untuk tingkat SMA dan SMK masih belum mampu melaksanakan UNBK.
Tentu saja ini membuat sejumlah dewan badung yang membidangi ini harus mengerutkan alis tatkala memantau pelaksanaan UN di sejumlah sekolah di wilayah Badung. Kekecewaan komisi IV DPRD badung ini dipaparkan langsung saat mengunjungi sekolah negeri di Kuta.
"Kami sangat berharap semua sekolah menerapkan UNBK. Aneh sekali Sekolah negeri kok tidak menerapkan sistem UN berbasis komputer," kata Ketua Komisi IV, AAN Ketut Nadhi Putra saat meninjau ujian, Rabu (6/4).
Dari pantauan di lapangan, untuk tahun ini, hanya SMK TI Ilkom Ganesha Udayana, Jimbaran yang menerapkan UNBK. "Kami minta semua sekolah pakai IT. Semua harus gunakan teknologi," kata Politikus Golkar ini.
Baca juga:
Ini foto-foto kelakuan siswi SMA ngaku anak jenderal saat razia
Polisi buru siswi SMA yang ngaku anak jenderal dan ancam Polwan
Disetop saat konvoi, siswi ngaku anak jendral bentak polwan di Medan
Menteri Anies kagum lihat peserta uzur dalam ujian Paket C
UN jadi alasan larangan konvoi Aremania