Detik-detik bayi 9 bulan meninggal dunia usai dianiaya orangtua
Detik-detik bayi 9 bulan meninggal dunia usai dianiaya orangtua. amis (1/2) malam sekira pukul 18.40 Wita, Doni datang membawa bayinya, ke RSIA Aisyiah di Jalan Pangeran Hidayatullah. Dengan suara lantang, dia meminta tolong petugas medis segera menolong bayinya.
Seorang ibu kandung, Gayatri (25) dan suami sirinya, Doni (23), jadi tersangka penganiayaan bayinya usia 9 bulan yang tewas mengenaskan, dengan badan penuh luka di sekujur tubuhnya. Masfah, perawat UGD di RS Ibu dan Anak Aisyiah Samarinda yang menangani pertama kali bayi malang itu, sempat dibuat kaget bukan kepalang.
Kamis (1/2) malam sekira pukul 18.40 Wita, Doni datang membawa bayinya, ke RSIA Aisyiah di Jalan Pangeran Hidayatullah. Dengan suara lantang, dia meminta tolong petugas medis segera menolong bayinya.
"Waktu itu jelang pergantian shift sore ke shift malam. Jadi tinggal saya, kasir dan tukang parkir. Saya kaget. Si Bapak ini (Doni) bilang tolong bantu, anak saya kejang," kata Masfah, dalam perbincangan, Sabtu (3/2).
Kondisi bayi malang itu, menurut Masfah sudah dalam kondisi kritis, dengan wajah pucat, dan tidak terlihat sedang bernapas. "Saya kasih oksigen 2 liter, dalam perawatan medis. Tidak ada reaksi, saya naikkan jadi 4 liter. Ada napas, kemudian hilang lagi," ujar Masfah.
Tercatat 4 kali napas bayi itu hilang timbul dalam kondisi masih berpakaian. Upaya itu dilakukan sambil menunggu dokter masuk tugas malam.
"Begitu saya buka baju bayi itu, loh kok dadanya kasar begini Pak? Ya Allah, kenapa dadanya Pak? Dijawab si Bapak, karena alergi susu dan sabun," tambah Masfah.
Masfah merasa ada kejanggalan dengan fisik anak itu. Dia menduga, di bagian dada itu adalah luka yang belum sepenuhnya mengering, ditambah luka baru.
"Saya khawatir, karena itu di kulit dadanya seperti masih basah," ungkap Masfah.
Dua dokter yang tiba masuk tugas, akhirnya memastikan bayi itu tiada sekira pukul 19.15 Wita. "Ibunya (Gayatri) datang, saya coba tenangkan ibunya. Saya lihat di lengan anak itu juga, ada daging yang hilang di lengan sekitar 2 centimeter. Ini saya bertanya, anak ini kenapa," sebut Masfah mengingat kejadian dramatis saat itu.
"Jawaban ibunya tidak jelas. Di lengan kanan juga ada luka baru yang masih basah. Di kakinya, di kepalanya biru-biru. Begitu juga waktu saya buka bajunya anak itu, loh di bagian belakang punggungnya biru-biru? Kaki kanan juga ada bekas gigitan," terang Masfah.
Bahkan, dengan kondisi bayi saat itu yang sangat mengenaskan, seorang perawat wanita sempat berteriak histeris dan menangis sejadi-jadinya, tidak tega melihat bayi malang itu.
Doni pun menjawab di luar logika saat itu. "Dia bilang itu karena alergi. Tetapi kok seperti luka melepuh yang masih basah. Di dagu anak itu juga ada bekas gigitan," jelas Masfah.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, dan sempat lama berada di rumah sakit, sekira pukul 21.15 Wita, bayi itu akhirnya dibawa pulang Doni dan Gayatri. "Yang jelas, kami, dalam penanganan awal sudah maksimal. Bayi itu sudah dalam kondisi kritis, dan lemah," demikian Masfah.
Baca juga:
Doni berkeras tak aniaya anak yang masih 9 bulan sampai tewas
Polisi bekuk 3 terduga penganiaya bocah SD yang viral di medsos
Orangtua penyiksa bayi di Samarinda gigit lengan anaknya karena gemas
Sebelum tewas, bayi 9 bulan terlihat sering diperlakukan kasar ayah
Bayi 9 bulan di Samarinda tewas penuh luka diduga disiksa orangtuanya