Deteksi HIV/AIDS, 31 pekerja salon & terapis di Padang dites darah
Tidak ingin virus HIV/AIDS kian berkembang di daerahnya, Pemerintah Kota Padang memeriksa darah karyawan salon dan tukang pijat di daerahnya. Pemeriksaan dilakukan di sejumlah salon dan tempat pijat di Padang.
Tidak ingin virus HIV/AIDS kian berkembang di daerahnya, Pemerintah Kota Padang memeriksa darah karyawan salon dan tukang pijat di daerahnya. Pemeriksaan dilakukan di sejumlah salon dan tempat pijat di Padang.
"Sebanyak 31 tukang pijat dan karyawan salon diperiksa darahnya oleh petugas dari Dinas Kesehatan," ujar Kepala Satpol PP Kota Padang, Yadrison, Sabtu (16/12).
Pemeriksaan tersebut merupakan screening rutin yang dilakukan Satpol PP dan Dinas Kesehatan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sedini mungkin apakah ada di antara pekerja salon ataupun tukang pijat yang terjangkit virus HIV atau IMS.
"Kita menunggu hasil dari Dinas Kesehatan," ujar Yadrison.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani Hamid menegaskan, pemeriksaan dilakukan di lokasi tempat pekerja salon dan tukang pijat bekerja. Apabila ada pekerja yang positif mengidap penyakit tersebut akan dilakukan pengobatan sedini mungkin.
"Untuk pekerja yang positif mengidap HIV akan diberi obat ARV untuk memperlambat pertumbuhan virus HIV dan memperlambat menjadi AIDS. Sedangkan yang positif terjangkit IMS seperti sifilis akan diberi obat untuk penyembuhan," paparnya.
Baca juga:
Jawa Tengah darurat HIV/AIDS, tercatat 20.000 pelajar terjangkit
Seks bebas menjalar, 20 ribu pelajar di Jateng terjangkit HIV/AIDS
Di Jateng, penderita HIV paling banyak diderita warga Brebes
Minim pengetahuan, ibu rumah tangga rentan tertular HIV/AIDS
Sopir pelabuhan rentan tertular virus HIV/AIDS
Tak kantongi izin, pemilihan duta HIV/AIDS waria dibubarkan polisi
Penderita HIV/AIDS di Purbalingga naik 3 kali lipat, bayi & balita terinfeksi