LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Desmond sebut teroris di RI kayak hantu, dituduh kemudian mati

Desmond sebut teroris di RI kayak hantu, dituduh kemudian mati. Desmond mengibaratkan, keberadaan teroris di Indonesia seperti hantu karena antara ada dan tidak ada. Sebab, selama ini wacana adanya ancaman teroris selalu berasal dari pemerintah dan aparat sendiri.

2016-12-07 15:23:06
Terorisme
Advertisement

Pasukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dikabarkan tengah menyasar Filipina bagian Selatan guna membangun kekuatan di Asia Tenggara. Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa meminta pemerintah membuktikan terlebih dahulu soal eksistensi dan ancaman ISIS terhadap Indonesia itu memang ada.

"ISIS itu gimana? Dan, teroris hari ini kan kaya hantu juga. Orang dituduh teroris, mati, gitu lho. Enggak ada peradilan yang biasa. Ke depan, harusnya kalau ini memang ancaman besar, ya dibuktikan agar masyarakat yakin bahwa teroris ada," kata Desmond di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/12).

Desmond mengibaratkan, keberadaan teroris di Indonesia seperti hantu karena antara ada dan tidak ada. Sebab, selama ini wacana adanya ancaman teroris selalu berasal dari pemerintah dan aparat sendiri.

"Kan kalau kita bicara ISIS di Republik ini mirip dengan hantu, ada atau tidak ada. Karena yang selalu bilang adalah pihak aparat. Kita sendiri kadan-kadang kaya hantu juga, ada enggak sih? Ada enggak? Kenapa? Karena tidak pernah terbuka," tegasnya.

Kendati demikian, politisi Gerindra ini menilai, rencana ISIS itu tetap patut diwaspadai oleh pemerintah dan masyarakat. "Sebagai warga bangsa kita harus waspada. Tapi yang harus waspada hari ini adalah pemerintah. Karena memang tugas pemerintah melindungi rakyatnya," pungkasnya.

Sebelumnya, Pasukan Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) semakin terdesak dalam perang saudara di Suriah. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebutkan, ISIS tengah membangun kekuatan baru di Filipina yang dikabarkan bakal jadi markas Asia Tenggara.

"Bahwa Filipina Selatan tengah diincar oleh ISIS untuk membuat markas kawasan Asia Tenggara," ujar Gatot Nurmantyo dalam acara seminar 'Preventive Justice dalam Antisipasi Perkembangan Ancaman Terorisme' yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (6/12).

Gatot mengingatkan, Indonesia perlu mewaspadai ancaman terorisme ISIS ini. Sebab Filipina tak berjarak jauh dari Indonesia. Markas ISIS yang bakal dibangun di Filipina sangat dekat dengan kawasan Poso atau Tarakan, Kalimantan.

"Tempat markas ISIS itu dekat dengan Poso dan Tarakan, sehingga bisa menjadi ancaman Indonesia," imbuhnya.

Baca juga:
Masalah terorisme, ISIS jadi salah satu fokus BNPT
Panglima TNI: ISIS incar Filipina jadi markas baru di Asia Tenggara
ISIS bangun kekuatan di Asia Tenggara, DPR minta pemerintah waspada
Pemerintah diminta siapkan pencegahan ISIS bangun kekuatan di Asia

Advertisement
(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.