Desember, ruang paripurna DPR dipasang finger print
"Harganya cukup murah sekitar Rp 240 juta berapa gitu ya, atau Rp 270 juta," ujar Wakil Ketua DPR Pramono Anung.
Sistem presensi dengan sidik jari atau finger print bakal segera dipasang di ruang paripurna DPR. Salah satu efektivitas dan tujuan dipasang finger print ini adalah memaksimalkan presensi kehadiran anggota DPR.
"Ya sudah ada laporan. Sudah ada pemenang tendernya dan harganya cukup murah sekitar Rp 240 juta berapa gitu ya, atau Rp 270 juta ya tadi lupa. Sekarang pemenangnya sudah diumumkan, dan sekarang sudah masuk pada persiapan," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung kepada wartawan usai rapat pimpinan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (14/8).
Politisi PDIP ini menegaskan, pengadaan alat finger print adalah perintah Badan Kehormatan (BK) DPR. Pengadaan alat tersebut bertujuan untuk memaksimalkan keaktifan wakil rakyat.
"Karena ini kan hanya perintah dari BK untuk itu diadakan, sehingga pimpinan menindak lanjuti apa yang sudah diputuskan BK," katanya.
Pramono menegaskan bahwa finger print tersebut akan segera dipasang, bahkan Pramono memberi batas waktu maksimal Desember mendatang. "Batas waktunya Desember. Desember pasti sudah terpasang," jawabnya.(mdk/hhw)