Desak laporan diproses, jemaat gereja di Deli Serdang demo polisi
Puluhan jemaat gereja HKBP Pardamean Medan berunjuk rasa di depan kantor Polsek Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumut, Kamis (22/3). Mereka protes karena merasa laporannya tidak kunjung diproses.
Puluhan jemaat gereja HKBP Pardamean Medan berunjuk rasa di depan kantor Polsek Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumut, Kamis (22/3). Mereka protes karena merasa laporannya tidak kunjung diproses.
Para jemaat mengaku kecewa dengan kinerja polisi. Polsek Percut Sei Tuan dinilai tak mampu mengusut tuntas kasus penggelapan di Gereja HKBP Pardamean yang mereka laporkan.
Sebelumnya, jemaat mengadukan bendahara Gereja HKBP Pardamean, berinisial STT atas penggelapan Rp 121 juta di gereja itu.
"Sudah 8 bulan pengaduan kami tidak juga ditindaklanjuti dan terkesan ditutupi. Kami kecewa dengan kinerja Kapolsek Percut Seituan, Kompol Hartono," kata Arthur Simanjuntak, salah seorang jemaat.
Para jemaat menyatakan tidak dapat menerima penjelasan personel Polsek Percut Sei Tuan yang menyatakan proses kasus itu menunggu hasil tim audit. "Kok harus menunggu tim audit. Ini jelas ada kongkalikong antara bendahara dengan polisi," sebut Arthur.
Dalam aksinya, para jemaat membawa spanduk dan berteriak-teriak. Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Hartono kemudian langsung menemui mereka dan memberikan penjelasan.
Hartono memastikan kasus dugaan penggelapan di Gereja HKBP Pardamean itu tetap diproses. Petugas masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi. Namun mereka tetap harus menunggu hasil audit.
"Tetap kami proses, tapi tetap harus menunggu keterangan tim audit untuk dapat mengungkap kasus penggelapan itu," ujarnya.
Seusai mendengarkan penjelasan dari Hartono, para jemaat membubarkan diri. Mereka berencana melanjutkan unjuk rasa ke Polda Sumut.
Baca juga:
Protes pembangunan Tol Serpong-Cinere, pendemo bakar keranda
Tak direlokasi, pedagang di Wisma Sawah Besar demo di depan Balai Kota DKI
Ribuan pengemudi Go-Jek di Solo demo tolak penurunan tarif
Demo tolak geothermal di Solok, 3 polisi luka-luka
Tak bayar promo & insentif, kantor Grab di Medan didemo pengemudi