LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Derita Janda di Sikka, Rumah Porak Poranda Diterjang Puting Beliung

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehari-hari bertani dan jadi tukang pijat panggilan. Dari jasa pijat, dia mendapat Rp25 ribu per orang. Uang tersebut digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

2020-08-23 20:31:00
Angin Puting Beliung
Advertisement

Wihelmina Weti, seorang janda tua di Kabupaten Sikka hanya bisa memandangi rumah peninggalan sang suami yang ditempatinya porak-poranda dan rata dengan tanah. Setelah diterpa puting beliung, Kamis (20/8) sekitar pukul 13.30 siang.

Kini, dia bersama anaknya terpaksa tinggal di gubuk reyot yang dibangun darurat. Warga RT 12/ RW 04, dusun Wairhabi, Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka ini, hingga kini belum mendapat bantuan untuk memperbaiki rumahnya.

Dia mengaku sering mendapat bantuan sembako dari pemerintah. Tetapi untuk bantuan rehab rumah atau program bantuan sosial lainnya belum pernah didapat.

Advertisement

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehari-hari bertani dan jadi tukang pijat panggilan. Dari jasa pijat, dia mendapat Rp25 ribu per orang. Uang tersebut digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

"Kalau untuk hasil kebun, tahun ini tidak ada hasil, karena hujan tidak menentu," ujar Mama Weti seperti dilansir Liputan6.com, Minggi (21/8).

Seharusnya masa tuanya menjadi waktu yang tepat untuk beristirahat dari segala macam aktivitas berat. Namun, kenikmatan waktu istirahat itu tidak dirasakan oleh ibu Weti, sebagaimana yang dirasakan lansia lain yang menikmati masa tua mereka.

Advertisement

Mama Weti masih harus terus berjuang menyambung hidup dengan bekerja sebagai petani dan tukang pijat orang sakit. Aktivitas tersebut, terpaksa masih ia jalankan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari bersama anaknya.

Sejak suaminya meninggal puluhan tahun lalu, Mama Weti hidup bersama kelima anaknya.

Namun, tiga orang anaknya kini berada di perantauan. Sementara satu anak laki-lakinya sudah berkeluarga dan tinggal di rumah lain bersama istrinya.

Saat ini, Mama Weti hidup bersama anak bungsunya di rumah sederhana, berdinding bambu berlantaikan tanah yang sudah reyot.

Dia hanya berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sehingga bisa membangun kembali rumahnya. Rumah peninggalan sang suami.

Repoter: Dionisius Wilibardus
Sumber: Liputan6.com

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.