LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Deretan polisi bunuh diri dipicu hal sepele

Polisi itu bunuh diri depan istri dua anak dan ayahnya.

2016-05-03 10:30:23
Bunuh diri
Advertisement

Kasus-kasus bunuh diri ini menjadi perhatian karena dilakukan oleh polisi. Pemicu para aparat ini memilih mengakhirinya hidupnya juga sepele. Seharusnya bisa berpikir jernih untuk menyelesaikan masalah.

Anggota Buru Sergap (Buser) dari Satuan Narkoba Polres Karangasem, Brigadir Kepala Made Suartawan bunuh diri dengan menembakkan senjata api ke kepalanya. Sang istri Ni Putu Ekawati (29) melihat langsung kejadian ini.

Teriakan histeris Putu membuat warga Banjar Dinas Tiyingtali Kelod, Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Karangasem, geger. Ironisnya, aksi yang dilakukan Made tidak hanya depan istri, tetapi di depan kedua anak dan ayahnya.

Penyebab bunuh diri ini diduga akibat percekcokan, Senin dinihari. Anggota ini cemburu terhadap istrinya yang bekerja di Bank cabang Mandiri Karangasem.

"Saat itu yang saya ingat dia datang marah-marah dan bertanya, 'apa saja yang kamu kerjain di rumah dari pagi?' Saya jawab, ya bikin jajan dari pagi," kenang Putu.

Emosi korban semakin memuncak manakala melihat baju dinasnya belum dicuci. Di tengah emosinya yang memuncak itu korban lantas mengusir istrinya agar pulang ke rumah orangtua. Made sempat melakukan kekerasan, sebelum akhirnya Putu lari ke rumah mertua.

Made Suartawan yang masih tersulut emosi menyusul istrinya. Keduanya kembali terlibat cekcok, sementara korban yang emosinya memuncak mengambil pistol dinasnya dan mengisi amunisi ke dalamnya sembari mengatakan.

"Nah tiyang sube ane mati, (Ya biar saya saja yang mati). Dan dia benar menembakan ke kepalanya sendiri," ungkap anggota di Polres Karangasem.

Ada juga Briptu Dodik Setiawan, seorang anggota Polsek kawasan Pelabuhan Tanjungwangi, Polres Banyuwangi, Jawa Timur, tewas diduga bunuh diri.

Peristiwa tragis itu bermula ketika sekitar pukul 14.00 WIB korban menelepon ibu kandungnya. Saat itu korban terdengar sempat meminta maaf kepada orangtuanya.

Setelah itu sekira pukul 16.00 WIB korban menerima telepon dari istrinya. Terdengar sepertinya korban sedang menghadapi persoalan keluarga.

Seraya berbicara dengan istrinya, korban menuju ruang Intel Mapolsek kawasan Pelabuhan Tanjungwangi dan menutup pintu ruangan. Saat itulah kemudian terdengar suara letusan senjata api dan korban sudah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Selain itu Brigadir Jeremi Manurung, anggota Unit V Dit Reskrimum Polda Metro Jaya ditemukan tewas bersimbah darah dengan lubang peluru menganga di keningnya. Jeremi tewas bunuh diri di rumahnya.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Brigadir Jeremi selama ini dikenal sebagai penyidik terbaik. "Sebab bunuh diri saat ini masih di dalami, sementara ini korban diduga stres," ujar Rikwanto, Jumat (24/5).

Baca juga:
Marak polisi bunuh diri, Polri perketat aturan kepemilikan pistol
Emosi baju dinas belum dicuci istri, polisi tembak kepala sendiri
Sebelum ditemukan gantung diri, Aiptu Suparno hilang semalaman
Anak Aiptu Suparno histeris saat lihat ayahnya tergantung di rumsong
Begini kronologi ditemukan polisi gantung diri di Lenteng Agung
Aiptu Suparmo ditemukan gantung diri di rumahnya di Lenteng Agung

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.