LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Deretan Mantan Jenderal TNI Jadi Pengusaha Kaya dan Petinggi Perusahaan

Pensiun dari dunia militer, tak membuat karir para jenderal TNI berhenti. Mantan jenderal ini terus melebarkan karirnya terjun ke dunia bisnis.

2019-03-06 05:30:00
TNI
Advertisement

Pensiun dari dunia militer, tak membuat karir para jenderal TNI berhenti. Mantan jenderal ini terus melebarkan karirnya terjun ke dunia bisnis. Dengan mendirikan usaha sendiri, atau menduduki posisi penting di perusahaan ternama.

Usaha yang dijalani sukses berhasil meraup keuntungan berlimpah. Para mantan jenderal ini membuktikan selepas pensiun masih tetap bisa berkarir.

Berikut ini mantan jenderal TNI yang terjun ke dunia bisnis dan menjadi petinggi sebuah perusahaan:

Advertisement

Luhut Binsar Pandjaitan

Dalam dunia militer, Luhut Binsar Pandjaitan memiliki karir yang sangat cemerlang. Karier militernya banyak dihabiskan di Kopassus TNI AD. Dia pernah menjadi Komandan Grup 3 Kopassus, Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), hingga Komandan Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI Angkatan Darat.

Memasuki masa pensiun, Luhut aktif di dunia usaha. Tahun 2004 Luhut mulai merintis bisnis di bidang energi dan pertambangan dengan mendirikan PT Toba Sejahtra Group. Kini di bawah Toba Sejahtra yang bergerak di sektor pertambangan batu bara, ada anak usaha yang bergerak di sektor minyak dan gas, perkebunan, dan kelistrikan.

Advertisement

Tanggal 6 Juli 2012 Toba Bara mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan ticker TOBA dan merilis sebesar 210.681.000 saham atau 10,5 persen dari jumlah modal disetor, dengan perolehan dana sebesar Rp 400.293.900.000,-. Harga perdana saham sebesar Rp 1.900,- per lembar saham.

Menurut laporan yang dikutip dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 2015 di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Menteri Koordinasi bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memiliki kekayaan Rp 660.097.217.368. Harta luhut dalam bentuk giro dan setara kas tahun 2015 sebesar USD 1.672.019. Dalam bentuk piutang sebesar USD 190.000.

Prabowo Subianto

Setelah meninggalkan karier militernya, Prabowo Subianto memilih menjadi pengusaha. Karier Prabowo sebagai pengusaha dimulai dengan membeli Kiani Kertas, perusahaan pengelola pabrik kertas yang berlokasi di Mangkajang, Kalimantan Timur. Selain mengelola Kiani Kertas, yang namanya diganti oleh Prabowo menjadi Kertas Nusantara, kelompok perusahaan Nusantara Group yang dimiliki oleh Prabowo juga menguasai 27 perusahaan di dalam dan luar negeri. Usaha-usaha yang dimiliki oleh Prabowo bergerak di bidang perkebunan, tambang, kelapa sawit, dan batu bara.

Pada bidang kelapa sawit, Prabowo Subianto punya perusahaan bernama PT Tidar Kerinci Agung. Dikutip dari situs Tidar Kerinci Agung, perusahaan ini didirikan sejak 1984 oleh keluarga besar Soemitro Djojohadikusumo, atau ayah Prabowo Subianto. Di bidang kehutanan dan perkebunan, Prabowo memiliki usaha PT Tanjung Redeb yang terletak di Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur.

Saat memutuskan maju sebagai capres 2019, Prabowo melaporkan harta kekayaannya pada 9 Agustus 2018. Berdasarkan LHKPN yang diakses melalui elhkpn.kpk.go.id, Prabowo memiliki harta kekayaan Rp 1.952.013.493.659 atau Rp 1,9 triliun.

Djoko Suyanto

Marsekal TNI (Purn.) Djoko Suyanto pernah menjabat sebagai Panglima TNI dari 13 Februari 2006 sampai 28 Desember 2007. Setelah pensiun dari dunia militer, Djoko pernah menjabat posisi penting dalam sebuah perusahaan. Pada 2007 Djoko sempat menjadi Komisaris Independen di PT Adaro, kemudian pada tahun 2009 dia mundur dari perusahaan batu bara tersebut karena dipilih menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan.

Djoko juga tercatat pernah menjadi komisaris di PT Lestari Asri Jaya, perusahaan yang mengelola hutan tanaman industri. Usai tak lagi menjadi pejabat negara, Djoko kembali ke dunia usaha. Dia, sebagaimana tercatat pada situs PT Bursa Efek Indonesia, pada 17 Maret 2015 membuat surat pernyataan bersedia diangkat menjadi Presiden Komisaris dan Komisaris Independen PT Chandra Asri Petrochemical.

Endriartono Sutarto

Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto, mantan panglima TNI ini juga pernah menjabat sebagai komisaris sebuah perusahaan. Dia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina.

Namun ia tak lama karena Endriartono mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Informasi yang beredar menyebutkan Endriartono mundur disebabkan jumlah gaji yang terlalu besar sementara tugas yang dilakukan olehnya tidak terlalu berat.

(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.