Depresi, penumpang kapal asal Nganjuk terjun ke Sungai Mentaya
Pengakuan korban nekat terjun lantaran hendak dibunuh.
Penumpang KM Kirana III, Muhammad Ridwan (32) nekat terjun ke Sungai Mentaya Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sesaat setelah kapal berangkat dari Pelabuhan Sampit menuju Surabaya. Ridwan diketahui mengalami depresi.
"Kejadiannya berlangsung pada Senin (19/10) sekitar pukul 23.00 WIB. Beruntung korban dapat diselamatkan oleh perahu pandu kapal," kata Kapolsek Kawasan Pelabuhan Mentaya (KPM) Iptu Mahmud di Sampit kepada Antara, Selasa (20/10).
Ridwan diketahui warga Nganjuk, Jawa Timur. Berdasarkan informasi, selama dua bulan terakhir, Ridwan bekerja sebagai kontruksi baja di Desa Pemantang, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Pemuda yang masih bujangan tersebut diduga alami depresi, karena saat dimintai keterangan oleh pihak KPM mengaku bahwa ada yang mengejarnya dan hendak membunuhnya, sehingga dia nekat terjun ke Sungai Mentaya.
"Pria tersebut kami serahkan kepada temannya bernama Toro, yang masih berada di Sampit, agar bisa diantar ke kampung halamannya yang berada di Nganjuk. Sehingga korban dapat diawasi dan tidak mencoba untuk bunuh diri lagi," terangnya.
Ridwan bahkan sempat berpesan kepada Toro, jika terjadi apa-apa pada dirinya, maka jasad korban harus diantar ke kampung halamannya.
Kejadian itu bermula ketika korban bersama tiga orang teman lainnya berniat pulang ke kampung halamannya, menggunakan KM Kirana III dengan tujuan Surabaya pada pukul 23.00 WIB.
Ketika itu, satu orang teman korban sedang menjaga tas di dalam ruang kapal, sedangkan dua orang lainnya ngobrol di luar ruangan sambil melihat pemandangan di pinggiran Sungai Mentaya bersama korban.
Saat kapal sudah mulai berangkat dan lepas dari Pelabuhan Sampit, tiba-tiba sejumlah penumpang geger, karena melihat korban yang nekat terjun ke sungai.
Sehingga hal itu membuat teman korban kaget. Perahu pemandu kapal yang berdekatan dengan lokasi korban loncat langsung sigap membantu untuk mengevakuasi korban.
"Setelah loncat, korban juga sempat berenang ke tepi, sehingga hal itu tidak menyulitkan kami untuk mengevakuasinya," ucap Mahmud.
Kejadian tersebut membuat 214 orang penumpang kapal geger, bahkan mereka berkumpul ke belakang kapal untuk melihat langsung kejadian tersebut.
Walaupun ada kejadian percobaan bunuh diri itu, kapal tetap diberangkatkan dengan tujuan Surabaya pada malam itu juga.(mdk/cob)