Densus 88 pepet dan tangkap terduga teroris di Solo
Suara tembakan itu didengar salah satu warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi penggerebekan diduga teroris itu.
Anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap terduga teroris di Solo, Selasa (29/12) pagi. Penangkapan dilakukan di Jalan Haryo Panular depan sebuah warung gado-gado, Kelurahan Panularan atau sebelah selatan SPBU Bhayangkara, sekitar pukul 08.30 WIB.
Pemilik warung Ny Herto mengaku mendengar suara gaduh di sekitar warung miliknya. Saat itu, dia mengatakan, warung miliknya belum buka. Namun saat ia keluar untuk melihat kegaduhan itu, ia dihalau oleh beberapa orang berpakaian preman yang membawa senjata laras panjang.
"Warung saya kebetulan masih tutup mengatakan, kalau dia berada di dalam rumah dan kondisi jalan masih sepi. Tiba-tiba saya mendengar suara keras 'gubrak'. Saya kira kecelakaan, saya lihat ada orang yang terkapar dikelilingi beberapa orang bersenjata laras panjang menggunakan penutup muka," ujarnya.
Karena takut, ia kemudian masuk ke rumah. Ia mengaku melihat orang yang terkapar itu di masukkan ke dalam mobil. Namun sepeda motor yang dikendarai ditinggal dan diangkut oleh mobil pikap milik Satlantas.
Terpisah, Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Lutfi membenarkan adanya penangkapan oleh Densus 88 tersebut. Namun ia mengaku tak mengetahui siapa yang ditapngkap.
"Bukan dari pihak kami (Polresta Solo), tetapi dari Densus 88. Kami belum tahu identitas yang ditangkap. Surat tembusannya juga belum kami terima," pungkasnya.
Baca juga:
Menyerah, Din Minimi harus tetap diproses secara hukum
Ini cerita mendebarkan Kepala BIN jemput Din Minimi di hutan Aceh
Dianggap bukan kelompok separatis, kelompok Din Minimi tidak ditahan
Detik-detik kelompok bersenjata Din Minimi menyerahkan diri
Rusia bantah rilis travel warning ke Indonesia
Din Minini, bos kelompok bersejata paling dicari di Aceh menyerah
Malam tahun baru, Polri amankan lalu lintas hingga ancaman teroris