Densus 88 Sebut Pandemi Covid-19 Dijadikan Bahan Motivasi Kelompok Teroris
Martinus mencontohkan motivasi yang dipakai kelompok teroris yakni, menjadikan pandemi Covid-19 sebagai tanda akhir zaman untuk mempersiapkan dan melancarkan aksi teror secara besar- besaran.
Kelompok teroris tidak meredup meski pandemi Covid-19. Bahkan aktivitas kelompok radikalisme ini semakin gencar dan menjadikan pandemi sebagai motivasi untuk melakukan aksi teror.
"Apakah dengan pandemi ini isu terorisme itu meredup, atau mereka mengurangi kegiatannya. Jawabannya sama sekali tidak," kata Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, Polri Inspektur Jenderal Martinus Hukom dalam diskusi virtual, Selasa (31/8).
"Kenapa, kami bisa buktikan beberapa kali kami menangkap mereka baik itu kelompok Jamaah Islamiah (JI) atau kelompok ISIS mereka ini menggunakan isu-isu pandemi ini sebagai isu striger untuk memotivasi kelompoknya bergerak," tambahnya.
Martinus mencontohkan motivasi yang dipakai kelompok teroris yakni, menjadikan pandemi Covid-19 sebagai tanda akhir zaman untuk mempersiapkan dan melancarkan aksi teror secara besar- besaran.
"Di mana jemaah kelompok teroris bakal diharuskan menyiapkan diri menyambut adanya akhir zaman. Contohnya mereka mengangkat bahwa pandemi ini adalah perbuatan yang mereka sebutkan sebagai semacam akhir zaman. Lalu masyarakat atau jemaahnya ini harus mempersiapkan diri untuk menyambut akhir zaman itu," ujarnya.
Persiapan itu, dia mengungkapkan, seperti kelompok atau anggota teroris yang berhasil diringkus di Brebes, Kendal, Ambon, Sulawesi Tenggara. Sebelum ditangkap, mereka tengah menyiapkan bahan peledak atau bom.
Selanjutnya, Martinus menyebut, dari kelompok teroris JI yang berhasil ditangkap di Jawa Timur terungkap jika mereka tengah mempersiapkan pasukan-pasukan dengan membeli beberapa senjata untuk menyerang.
"Mereka membeli beberapa senjata pada saat itu. Lalu isu yang diangkat adalah bahwa kelemahan (Pandemi Covid-19) pemerintah harus dimanfaatkan. Ada juga yang memanfaatkan isu pandemi ini diakibatkan oleh negara China. Lalu mereka menargetkan pengusaha-pengusaha China di Indonesia," terangnya.
"Namun setelah operasi kami yang masif dan terus menerus, kami dapat mencegah menangkap dan sampai bulan ini. Kami sudah menangkap kurang lebih 309 orang," tambah dia.
Oleh karena itu, Martinus menegaskan jika Densus 88 akan terus melacak pergerakan para kelompok teroris ini yang di kala pandemi Covid-19 masih tetap bergerak bahkan lebih masif.
"Mungkin akan ada lagi penangkapan- penangkapan, karena walaupun kita menangkap mereka hari ini masih tetap mereka menggunakan sosial untuk mempengaruhi propaganda," tutupnya.
Baca juga:
Sejak Januari-Agustus 2021, Narapidana Terorisme Sumpah Setia NKRI Capai 76 Orang
5 Terduga Teroris Kembali Ditangkap, Berperan Sembunyikan Senjata Api
53 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 Ingin Melancarkan Teror di Peringatan HUT RI
Sejak 2019-2021, Densus Tangkap 123 Orang Terduga Teroris Jamaah Islamiyah
53 Terduga Teroris Ditangkap Densus Selama Seminggu Jaringan Jamaah Islamiyah dan JAD
Densus 88 Antiteror Tangkap 3 Terduga Teroris di Luwu Timur Sulsel