LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dengar Salawat Nariyah, Mensos menangis teringat gurunya

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menangis disambut Salawat Nariyah di Pondok Pesantren Bustanul Muta'allimin, Kota Blitar, Jawa Timur, Jumat (21/10) malam. Masih dalam kondisi terisak, dia mengaku teringat gurunya yang senang membaca Salawat Nariyah hingga pingsan selama 9 kali.

2016-10-22 00:05:32
Khofifah Indar Parawansa
Advertisement

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menangis disambut Salawat Nariyah di Pondok Pesantren Bustanul Muta'allimin, Kota Blitar, Jawa Timur, Jumat (21/10) malam. Masih dalam kondisi terisak, dia mengaku teringat gurunya yang senang membaca Salawat Nariyah hingga pingsan selama 9 kali.

Dalam kunjungan kerjanya (kunker) di Jawa Timur, Ketua Umum PP Muslimat NU ini menyempatkan diri menghadiri Parade Salawat Nariyah Satu Miliar peringatan Hari Santri di Ponpes Bustanul Muta'allimin Al Salafi.

Di Jawa Timur, Khofifah menghadiri peluncuran layanan e-Warung KUBE-PKH Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera (KMIS), penyaluran bantuan sosial dan subsidi serta bantuan kompensasi eks Timor Timur di Batu, Malam, Kota Blitar dan di Kampung Coklat, Kabupaten Blitar.

Setelah acara pemberian bantuan sosial tersebut, Khofifah datang ke Ponpes Bustanul Muta'allimin Al Salafi. Saat memberi tausiyah, Khofifah terlihat terisak. Kalimatnya terbata-bata. Bahkan beberapa kali terhenti beberapa menit untuk menenangkan diri?.

Kemudian Khofifah melanjutkan ceramahnya di hadapan para santri dan santriwati pondok salaf tersebut. "Semoga Rasulullah hadir di tengah-tengah kita malam ini," kata Khofifah membuka ceramahnya dengan mata berkaca-kaca.

Kemudian si Bunda Muslimat ini menceritakan kisah gurunya, yang gemar membaca Salawat Nariyah hingga pingsan. "Guru saya wanita," kata Khofifah yang kata-katanya kembali terhenti.

Dia tak sempat menyebut siapa sang guru yang dimaksudnya itu. "Guru saya sangat gemar membaca dan mendengar kalimat pujian kepada Rasulullah Muhammad SAW," ungkapnya.

Tiap mengikuti kegiatan membaca Salawat Nabi bersama-sama, sang guru kerap tak sadarkan diri. "Ketika bacaan salawat masuk tahap Mahallul Qiyaam (bacaan salawat sambil berdiri untuk menghormati 'hadirnya' Kekasih Allah), guru saya itu selalu pingsan. Sembilan kali Mahallul Qiyaam, sembilan kali pula guru saya pingsan," kenang Khofifah.

Seperti diketahui, tanggal 22 Oktober besok, umat Islam di Indonesia memperingati Hari Santri, sekaligus mengenang peristiwa Resolusi Jihad untuk mengusir penjajah dari Tanah Air, yang digelorakan Hadratusyaih KH Hasyim Asya'ari, hingga akhirnya pecahlah pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Untuk Memperingati Hari Santri, panitia nasional yang dibentuk PBNU, menginstruksikan agar warga NU menggelar Parade Salawat Nariyah Satu Miliar secara serentak di malam peringatan Hari Santri, atau Jumat malam.

Baca juga:
November, Mensos targetkan E-Warung sudah masuk Depok
Mensos sebut pungli eks warga Tim Tim di Bali & Medan sebagai preman
Mengenang sengitnya Pertempuran Karbala yang tewaskan cucu Muhammad
Mengerikannya ritual berdarah muslim Syiah saat rayakan Asyura
China larang orangtua ajarkan praktik ibadah agama kepada anak
Mengunjungi kota Madain Saleh, jejak azab Allah kepada Kaum Tsamud

Advertisement
(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.