LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Demokrat: Antasari sudah melecehkan independensi penegak hukum

Demokrat: Antasari sudah melecehkan independensi penegak hukum. Menurut Antasari, SBY terbuka ke publik menceritakan siapa-siapa saja orang yang diperintah untuk melakukan sesuatu. "Beliau (SBY) cerita," ujarnya.

2017-02-14 15:48:05
Antasari Azhar
Advertisement

Partai Demokrat terkejut dengan pernyataan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menuding Ketum Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan orang untuk melakukan kriminalisasi kepadanya. Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto membantah SBY terlibat dalam kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Bantaran, Nasrudin Zulkarnain yang menyeret Antasari.

"Sangat tidak mungkin. Karena beliau (SBY) tahu posisi, tahu kondisi. Beliaulah yang menegakkan ketatanegaraan agar lembaga satu bisa menghormati lembaga lain," kata Didik saat dihubungi, Selasa (14/2).

Menurutnya, saat SBY menjabat sebagai Presiden, eksekutif sama sekali tidak melakukan intervensi terhadap lembaga yudikatif.

"Harus diingat Antasari, bagaimana mungkin kekuasaan hukum yang ada di yudikatif diintervensi oleh eksekutif. Tidak akan ada yang bisa dari mana pun yang mengintervensi. Mana mungkin eksekutif, menginfiltrasi yudikatif," tegasnya.

Didik menuding pernyataan Antasari justru melecehkan dan menghina independensi aparat penegak hukum karena kasus pembunuhan Nasrudin sama sekali tidak ada kaitannya dengan pemerintah. Aparat penegak hukum diklaim telah mengusut kasus Antasari dengan profesional dan transparan.

"Apakah mengintervensi hukum itu demikian, dari tingkat 1, kasasi, PK 2 kali, kan tidak ada yang intervensi. Semuanya sudah benar. Apakah masuk akal adanya upaya intervensi terhadap lembaga penegak hukum oleh eksekutif?," tegas Didik.

"Malah menurut saya Antasari melecehkan dan menghina independensi aparat penegak hukum dengan pernyataannya itu," sambungnya.

Sebelumnya, Antasari terus berjuang mencari keadilan. Setelah mendapat grasi pemotongan hukuman 6 tahun dari Presiden Joko Widodo, Antasari meminta polisi menyelidiki laporannya soal SMS misterius ke Nasrudin.

Hari ini Antasari mendatangi Bareskrim Polri di Gedung Sementara KKP, Gambir, Jakarta Pusat. Dia pun mendadak membongkar cerita yang sebelumnya tak pernah dibeberkan. Satu nama mantan petinggi di negeri ini disebut.

"Sejak kecil saya diajari kejujuran oleh orangtua saya. Untuk itulah saya minta kepada Susilo Bambang Yudhoyono jujur. Beliau tahu perkara ini," kata Antasari, Selasa (14/2).

"Kalau beliau jujur dia harus cerita apa yang beliau alami dan apa yang beliau perbuat. Beliau perintahkan siapa," tambahnya.

Menurut Antasari, SBY terbuka ke publik menceritakan siapa-siapa saja orang yang diperintah untuk melakukan sesuatu. "Beliau (SBY) cerita. Saya mohon kepada beliau dan apa yang beliau perintahkan, kepada siapa, siapa melakukan apa, nah siapa perintahkan siapa ini. Saya minta SBY jujur terbuka," ungkapnya.

Baca juga:
Antasari sebut nama SBY, Wiranto bilang 'ayo tegakkan hukum'
Bela SBY, Demokrat akan tempuh jalur hukum lawan tudingan Antasari
Antasari sebut dijebloskan dulu ke penjara, baru polisi cari bukti
Antasari sebut SBY juga pakai petinggi Polri kriminalisasi dirinya
Antasari ungkap Hary Tanoe bakal didepak Cikeas jika gagal lobi

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.