Demo Tolak Kenaikan PPN dan Harga BBM di Medan, Gubernur Sumut Temui Mahasiswa
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus Kota Medan berunjuk rasa di depan gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut), Kamis (14/4). Mereka menolak kenaikan PPN, harga BBM dan sembako, serta menuntut pengusutan mafia yang memicu kelangkaan minyak goreng.
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus Kota Medan berunjuk rasa di depan gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut), Kamis (14/4). Mereka menolak kenaikan PPN, harga BBM dan sembako, serta menuntut pengusutan mafia yang memicu kelangkaan minyak goreng.
Dalam unjuk rasa itu, ratusan pendemo ditemui Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang kebetulan sedang berada di Gedung DPRD Sumut menghadiri rapat paripurna jelang HUT Provinsi Sumut ke-74. Dia mengapresiasi mahasiswa karena dinilai memiliki kepekaan dan kepedulian pada kondisi riil bangsa saat ini.
"Anak-anak sekalian saya sampaikan apresiasi bahwa kalian mempunyai kepedulian, kalian anak muda, dengan intelektual yang dimiliki. Kalian sudah peka melihat situasi riil bangsa ini," kata Edy.
Edy menambahkan, dirinya dan Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting senantiasa mendengarkan aspirasi yang disampaikan mahasiswa.
"Menyampaikan pendapat tidak ada yang lain. Yang tepat kalian sampaikan pertama saya sebagai eksekutif dan kedua (Baskami) selaku legislatif," ujarnya.
Kerjakan Satu Tuntutan
Dalam unjuk rasa itu para demonstran menyampaikan empat tuntutan yakni menolak kenaikan BBM, PPN 11 persen, harga sembako, dan mengusut mafia yang membuat terjadinya kelangkaan minyak goreng.
"Ada empat tuntutan. Sudah kami kerjakan nomor empat. Kami terus mencari penyebab dan kenapa. Secara intelektual lain kita bahas," ucap Edy.
Sementara terkait tiga tuntutan lain dari para demonstran, Edy akan menyampaikan aspirasi itu kepada pihak terkait.
"Ada tiga yang akan kami sampaikan karena ini sangat berpengaruh kali sama masyarakat kita," pungkasnya.
(mdk/yan)