Demo tolak GO-JEK, ratusan sopir angkot di Samarinda mogok operasi
Dalam pertemuan di Balai Kota, perwakilan angkot mendesak Pemkot membuat keputusan. Konsekuensinya, apabila tidak ada keputusan, sopir angkot akan terus demonstrasi.
Ratusan sopir angkutan kota (angkot) di Samarinda, Kalimantan Timur, dari berbagai trayek, mogok beroperasi, dan menggeruduk Balai Kota di Jalan Kesuma Bangsa. Mereka menolak keberadaan ojek berbasis online yang dinilai hanya menurunkan pendapatan mereka.
Aksi ratusan sopir angkot ini dimulai sejak pukul 09.00 WITA. Mereka memarkir angkot mereka di kawasan Jalan Kesuma Bangsa di sekitar Balai Kota, serta di Jalan Basuki Rahmad, sekitar gedung DPRD Samarinda. Tidak hanya angkot, ikut juga sopir taksi konvensional.
Dalam pertemuan di Balai Kota, perwakilan angkot mendesak Pemkot membuat keputusan. Konsekuensinya, apabila tidak ada keputusan, sopir angkot akan terus demonstrasi.
"Supaya demo tidak berkelanjutan, sampai kapan pun akan mogok kalau tidak ada keputusan. Kalau pemerintah memang tidak menginginkan itu, segera buat keputusan," kata Koordinator Aksi Kamariyono dalam pertemuan bersama Pemkot.
"Keberadaan GO-JEK ini sesuai undang-undang atau tidak? Kontribusi angkot, banyak loh bagi Pemkot," klaim Kamariyono.
"Harus ditutup operasional GO-JEK. Tidak ada bertele-tele. Berdasarkan Undang-undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya," ketus Kamariyono.
Pertemuan berlangsung alot. Staf Ahli Pemkot Samarinda Bidang Politik dan Hukum Sucipto Wasis, bersama dengan Dinas Perhubungan Kota Samarinda, belum berani mengambil keputusan.
Berhentinya operasional angkot lantaran menuntut penutupan operasional GO-JEK yang sudah beroperasi sejak 2016 lalu, menyebabkan warga terlantar. Mereka justru menyayangkan, aksi demo sopir angkot.
"Ini repot ya. Itu kan yang pakai GO-JEK, yang paham aplikasi. Seperti kita ini, tiap hari pakai angkot. Itu kan segmennya beda, ojek dan angkot. Sama-sama cari rezeki," kata Widyawati (42), salah seorang PNS ditemui merdeka.com.
"Saya pikir sih, hemat saya ya, kalau punya uang lebih, ya pakai GO-JEK. GO-JEK juga membantu kok. Jadi yang mau naik ojek tidak mesti ke pangkalan dulu. Lagian naik GO-JEK tarifnya jelas. Jadi angkot dan GO-JEK, bisa sama-sama jalan cari rezeki," demikian kata PNS lainnya, Farida (39).
Pantauan merdeka.com, sampai dengan pukul 14.00 WITA, demo angkot masih berlangsung. Para sopir angkot memadati Balai Kota. Tidak ada satu pun angkot yang beroperasi.
Baca juga:
Ratusan pengemudi becak di Medan demo tolak angkutan online
Demo penarik becak tolak ojek online di Medan berujung aksi sweeping
Helm dirusak, seratusan driver GO-JEK di Medan serbu pengemudi betor
Konflik transportasi online dan konvensional merambah ke daerah
Ratusan sopir di Malang geruduk Balai Kota tolak angkutan online