Demo tolak Ahok, FPI bawa kotoran kuda buat lempar polisi
Polisi menduga kericuhan tersebut sudah direncanakan.
Front Pembela Islam (FPI) kembali menggelar demonstrasi menolak Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi gubernur. Namun, tiba-tiba ratusan pendemo merangsek melempari polisi dengan sejumlah batu.
Tak hanya batu, ternyata sejumlah anggota FPI juga berencana melempari Gedung DPRD dan Balai Kota DKI Jakarta dengan kotoran kuda. Benda tersebut ditemukan polisi di sebuah mobil pick up berstiker Ponpes An-Nur.
Dari aksi ini, Unggun mengungkapkan telah berhasil mengamankan 20 anggota FPI. Namun sampai saat ini pihaknya masih belum dapat memastikan siapa yang bertanggungjawab atas aksi ini.
"Kita juga amankan batu, petasan dan kotoran kuda," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Unggung Cahyono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/10).
Unggung menduga, FPI sudah merencanakan untuk melakukan kericuhan. Hal itu diketahui polisi usai menyita sejumlah kendaraan yang berisi batu maupun kotoran kuda.
"Aksi ini sudah direncanakan," ucapnya singkat.
Baca juga:
Demo tolak Ahok, FPI bawa samurai disamarkan tongkat bendera
Demo ricuh, polisi luka disabet samurai massa FPI anti-Ahok
Polisi sita pedang dan mobil milik anggota FPI
Demo FPI anti-Ahok ricuh, Vellfire berstiker Polri rusak parah
Kapolda Metro perintahkan korlap FPI anti-Ahok serahkan diri