Demo, mahasiswa di Makassar minta pemerintah tegas ke ormas anti-Pancasila
. Dalam aksinya, mereka mendesak pemerintah untuk mengevaluasi partai-partai politik yang diduga memback up ormas-ormas anti Pancasila, pendukung gerakan radikalisme.
Ratusan mahasiswa di Makassar yang tergabung dalam Lingkar Aksi Mahasiswa Indonesia turun ke jalan, Senin, (21/5). Mereka berunjuk rasa dalam momen peringatan 20 tahun reformasi. Dalam aksinya, mereka mendesak pemerintah untuk mengevaluasi partai-partai politik yang diduga memback up ormas-ormas anti Pancasila, pendukung gerakan radikalisme.
"Kami minta pemerintah mengevaluasi parpol-parpol yang diduga memback up ormas-ormas anti Pancasila pendukung gerakan radikalisme," kata Arul, salah seorang orator dalam aksi yang diwarnai pembakaran replika keranda mayat sebagai simbol matinya reformasi.
Arul juga mengatakan, pemerintah harus menangkap pelaku teror dan pemboman yang terjadi di Surabaya. Dan meminta kepada semua elemen masyarakat untuk melawan terorisme.
Mereka juga meminta kepada Dewan Kehormatan Partai Amanat Rakyat (PAN), Amien Rais untuk tak terlalu 'menjual' reformasi.
"Bapak Amien Rais yang kami bangga-banggakan tidak lagi memberi efek terhadap reformasi saat ini jadi gelar bapak reformasi terhadapnya harus dicabut," ujar Arul.
Baca juga:
Aksi peringatan 20 tahun reformasi
Protes Donald Trump, pemuda di Makassar siap datangi kedutaan AS di Jakarta
Geruduk KPK, mahasiswa tuntut kasus suap di Kemenakertrans 2011 lalu
Jadi tersangka demo anarkis, AM dinonaktifkan sebagai mahasiswa USD
Hendak merangsek masuk kampus, satu mahasiswa UP luka terkena lemparan sepatu