Demo di Istana, \'Sahabat Munir\' ingatkan Presiden SBY
Presiden diminta tidak lupa jika kasus pembunuhan Munir belum dituntaskan.
Seratusan orang dari berbagai elemen yang tergabung dalam Komunitas Sahabat Munir menggelar aksi memperingati 8 tahun kematian aktivis HAM Munir. Mereka mengingatkan Presiden SBY agar tidak lupa menuntaskan kasus pembunuhan yang terjadi 7 September 2004 silam.
Aksi digelar di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (7/9). Selain Komunitas Sahabat Munir, hadir juga para aktivis Kontras, KASUM, LBH Jakarta, PBHI, Imparsial, dan para mahasiswa.
Istri mendiang Munir, Suciwati, yang hadir dalam aksi mengatakan Kejaksaan Agung harus membuka kembali kasus pembunuhan suaminya. "Presiden SBY harus menginstruksikan Jaksa Agung untuk menuntaskan kasus ini," ujarnya.
Sementara koordinator aksi, Novia Astriani mengatakan aksi digelar untuk mengingatkan kepada publik dan pemerintah agar tidak lupa jika kasus pembunuhan Munir belum dituntaskan.
"Sudah 8 tahun kasus pembunuhan Munir tidak terselesaikan, hingga saat ini tidak ada lagi pelaku yang diseret ke meja hijau. Padahal sudah ada bukti baru berupa pengakuan BIN yang menyebutkan jika pada tanggal 6-12 September 2004 tidak pernah menerbitkan surat penugasan Muchdi Pr ke Malaysia," paparnya.
Orasi dilakukan bergantian oleh perwakilan peserta unjuk rasa. Sebuah spanduk besar bertuliskan "8 Tahun dibunuh, 8 tahun tanpa keadilan, 8 tahun tolak lupa" dibentangkan.
Aksi ini tidak membuat macet. Kendaraan dapat melintas lancar di Jalan Medan Merdeka Selatan.(mdk/bal)