LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Demo BEM di DPRD Jatim ricuh, mahasiswa bersitegang dengan polisi

Demo BEM di DPRD Jatim ricuh, mahasiswa bersitegang dengan polisi. Sorang mahasiswa yang mengaku tidak takut dipukul polisi, ditarik masuk melewati atas pagar setinggi 1 meter. Kemudian terjadi adu pukul antara polisi dengan mahasiswa yang dianggap provokator. Muka seorang polisi dilempar dengan‎ megaphone.

2017-01-12 15:19:14
Demo Mahasiswa
Advertisement

Aksi Bela Rakyat yang dilakukan ‎ratusan massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Gedung DPRD Jawa Timur berlangsung ricuh‎. Satu orang mahasiswa yang dianggap provokator diamankan petugas.

Insiden ini bermula saat ratusan mahasiswa se-Jawa Timur datang dan langsung memaksa masuk ke dalam gedung. Dikarenakan diadang ratusan personel polisi, aksi saling dorong tak bisa dihindari.

Seorang orator yang terus berteriak mengajak rekan-rekannya masuk. Aksi terus memanas dan massa saling dorong.

Kabag Ops Polrestabes Surabaya, AKBP Bambang Sukmo Wibowo, yang bersiaga di lokasi mengingatkan siapa pun yang menjadi provokator akan ditangkap.

"Kalian generasi muda. Masa depan kalian masih panjang. Dengar, yang jadi provokator saya tangkap. Yang ingin masuk silakan, hanya perwakilan," kata Bambang mengingatkan melalui mikrofon.

Imbauan itu tidak diindahkan, Bambang kembali berteriak. "Barang siapa menyuruh merusak gedung ini, saya akan tangkap. Tinggal saya buktikan, ‎silakan buktikan, lihat saja," tegas Bambang yang dijawab dengan tantangan.

"Apakah gedung ini milik rakyat? Apakah ini benar kalau kita dilarang masuk ke gedung yang dibangun dengan uang rakyat, saya bukan provokator. Silakan pukul saya, tidak takut," seorang orator menjawab peringatan polisi.

Demo BEM di DPRD Jatim ricuh ©2017 merdeka.com/andrian salam wiyono

Saling dorong kembali terjadi. Sambil menyanyikan lagu Wakil Rakyatnya yang dipopulerkan Iwan Fals, mereka terus mendorong pagar yang dijaga ratusan polisi.

Hingga seorang mahasiswa yang mengaku tidak takut dipukul, ditarik masuk melewati atas pagar setinggi 1 meter oleh sejumlah personel polisi yang berjaga. Kemudian terjadi adu pukul antara polisi dengan mahasiswa yang dianggap provokator. Muka seorang polisi dilempar dengan‎ megaphone.

Ketegangan mulai mereda saat salah seorang mahasiswa yang mencoba menenangkan rekan-rekannya, dan bersedia menjadi perwakilan untuk masuk ke dalam gedung.

Tampak Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol M Iqbal datang memasuki lokasi aksi dan langsung ikut menenangkan aksi mahasiswa yang memprotes kebijakan Jokowi-Jusuf Kalla yang dinilai tidak pro-rakyat.

Sekadar diketahui, sebelum aksi di Gedung DPRD Jawa Timur, para mahasiswa sempat menyambangi Kantor Gubernuran di Jalan Pahlawan. Mereka ditemui Wakil Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Aksi di Gubernuran oleh BEM Unair, ITS, Untag, Unmer Surabaya, Universitas Brawijaya Malang, Staida Gresik dan beberapa kampus lain se Jawa Timur ‎ini, berlangsung kondusif.

Setelah mendengar orasi Gus Ipul, para mahasiswa bergeser ke DPRD Jawa Timur dengan longmarch. Sebelum aksi dimulai, mereka terlebih dulu menunaikan Salat Zuhur di Masjid Kemayoran, yang berada di depan Gedung DPRD.

Usai salat, mereka langsung menggeruduk gedung dan memaksa masuk dan terjadilah aksi dorong, hingga satu orang diamankan karena dianggap provokator.

Advertisement

Demo BEM di DPRD Jatim ricuh ©2017 merdeka.com/andrian salam wiyono

Demonstrasi ini merupakan aksi protes mahasiswa atas kebijakan pemerintah yang tak pro-rakyat. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kenaikan tarif listrik, kenaikan STNK-BPKB, serta harga sejumlah bahan pokok yang kelewat tinggi, dianggap para demonstran terlalu menyengsarakan rakyat.

Sementara program Tax Amnesti, yang diberlakukan pemerintah tahun lalu, dianggap menguntungkan pengusaha besar. Dan rakyatlah yang menanggung penderitaan atas kebijakan penguasa yang tak pro rakyat tersebut.

Berikut beberapa tuntutan mahasiswa; mencabut dan mengkaji ulang PP Nomor 60/2016, merevisi kebijakan kenaikan tarif listrik, memberikan transparansi kenaikan BBM, dan menuntut kebijakan Presiden Jokowi yang pro rakyat.

Baca juga:
Ketua MPR ingatkan mahasiswa, demo boleh tapi jangan anarkis
Massa demo di Istana: Seribu mahasiswa siap lakukan perubahan nyata
Aksi demo mahasiswa 121 dikawal 2.088 polisi dan 400 TNI
Demo harga naik, mahasiswa jalan mundur dari Gedung Sate-DPRD Jabar
Demo di Istana Negara, BEM Se-Jabodetabek bawa lima tuntutan
Aksi demo 121, Kapolres Jakpus & Dandim TNI kumpul bareng mahasiswa
Amankan aksi Bela Rakyat, Polisi Surabaya terjunkan 1.044 personel

Advertisement
(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.