Demo BBM masih marak, mahasiswa bakar ban di Jatinegara
"Kalau tidak mampu, lebih baik turun dari kursi kepresidenan," tegas Erik.
Meski UU APBN-P 2013 telah disahkan dalam sidang paripurna DPR tiga hari yang lalu, aksi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) masih terus dilakukan mahasiswa. Sore ini, sekitar 25 orang mahasiswa Universitas Mpu Tantular menggelar aksi di depan kampusnya di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur.
Pantauan merdeka.com, Kamis (20/6), puluhan petugas polisi dari Polsek Jatinegara sudah berada di lokasi untuk melakukan pengamanan.
Selain melakukan orasi, para mahasiswa itu melakukan aksi bakar ban di tengah jalan, tepatnya di jalur lambat menuju Cawang. Akibatnya, kemacetan pun tidak terhindarkan. Para pengendara mobil maupun motor lebih memilih masuk jalur cepat untuk menghindari kemacetan.
Koordinator lapangan Erik Sibarani mengatakan, aksi mereka adalah suatu bentuk perlawanan terhadap rezim SBY-Boediono yang dinilai telah menyengsarakan rakyatnya.
"Kenaikan harga BBM akan diikuti kenaikan harga pokok lainnya, hal ini tentu akan sangat meresahkan dan menyengsarakan masyarakat," tandasnya.
Selain itu, para mahasiswa juga menuntut Presiden SBY untuk segera lengser dari kursi jabatannya. "Kalau tidak mampu, lebih baik turun dari kursi kepresidenan," tegas Erik.
Seperti diketahui, harga jual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sudah dipastikan akan dinaikkan besok Jumat (21/6) malam. Sumber dari istana menyebutkan, yang bakal mengumumkan kenaikan harga BBM adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik.(mdk/ren)