LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Demi membeli air bersih, warga Gunungkidul rela jual ternak

Demi membeli air bersih, warga Gunungkidul rela jual ternak. Menurut warga sekitar, menjual hewan ternak lebih mudah dibandingkan menjual barang yang lainnya.

2017-08-03 21:33:00
Krisis Air Bersih
Advertisement

Musim kemarau yang melanda wilayah DIY, mulai dirasakan dampaknya oleh penduduk di Kabupaten Gunungkidul. Musim kemarau menyebabkan warga Gunungkidul di beberapa daerah tertentu mulai kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih.

Bahkan demi mendapatkan pasokan air bersih, warga harus menunggu dropping air dari Pemkab Gunungkidul. Tak jarang, warga terpaksa harus membeli air bersih secara mandiri.

Demi membeli air bersih, warga terpaksa harus menjual hewan ternak maupun kayu. Salah satunya adalah Mujiono, warga RT 01 RW 06, Ngricik, Kecamatan Rongkop. Mujiono bersama keluarganya selama musim kemarau ini sudah 3 kali membeli air dari tangki swasta.

"Satu tangki isi 5000 liter itu seharga Rp 120 ribu. Satu tangki bisa digunakan untuk 3 minggu hingga satu bulan," ungkap Mujiono.

Mujiono mengatakan bahwa air bersih yang dibelinya itu digunakan untuk minum, mandi, dan mencuci. Air yang dibeli, sambung Mujiono, juga digunakan untuk minum ternak.

"Beli airnya ya terpaksa jual apa saja yang laku. Jual kayu, ayam juga kambing. Hasil panen juga kadang dijual buat beli air," cerita Mujiono.

Senada dengan Mujiono, Mulyono yang masih tinggal di dusun yang sama, juga terpaksa menjual barangnya demi mencukupi kebutuhan air bersih. Sulitnya mendapatkan air dan terbatasnya jatah dropping air dari pemerintah membuat Mulyono harus membeli air lewat tangki swasta.

"Sudah menjadi kebiasaan saat musim kemarau. Menjual apa saja untuk beli air. Yang laku dijual ya dijual, hasilnya untuk beli air," papar Mulyono.

Mulyono menguraikan bahwa jika dalam kondisi tak memunyai uang, menjual hewan ternak menjadi pilihan pertama. Sebab, menjual hewan ternak lebih mudah dibandingkan menjual barang yang lainnya.

"Kalau jual hewan ternak cepat lakunya. Karena butuh uang cepat untuk beli air ya hewan ternak yang biasanya dijual duluan. Kalau sudah habis ya baru jual barang lainnya. Yang penting laku dan bisa buat beli air," tutup Mulyono.

Baca juga:
Musim kemarau, Warga Gunung Kidul cari air sampai Jawa Tengah
Kekeringan, puluhan desa di Boyolali krisis air bersih
Penampakan bendungan di Tunisia yang kering kerontang
Unik, petani India sampai rela tampil begini saat menggelar protes
Empat kampung di Kepulauan Bontang kesulitan air bersih
Atasi krisis air bersih, Wonogiri siapkan anggaran Rp 13 M
Pemerintah ungkap DKI krisis air bersih, Jakarta Utara terparah

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.