LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dedi Mulyadi sudah blusukan keliling 1.000 desa di Jabar

Dedi Mulyadi sudah blusukan keliling 1.000 desa di Jabar. Di Purwakarta, hasil blukan Dedi Mulyadi sudah menghasilkan kondisi yang baik. Kegemarannya memberikan modal ternak berupa domba kepada warga telah membuat populasi domba di wilayah tersebut meningkat pesat.

2018-04-19 17:40:10
Dedi Mulyadi
Advertisement

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memulai kegiatan kukurusukan atau populer disebut blusukan sejak Tahun 1999. Sejak saat itu, dia masih menjabat sebagai anggota DPRD Purwakarta.

Kegemaran melakukan sentuhan langsung kepada masyarakat itu berlanjut saat dirinya menjabat sebagai Wakil Bupati Purwakarta dan Bupati Purwakarta dua periode.

"Dulu saat di Purwakarta, semua daerah sudah pernah saya jelajahi. Kalau di Jawa Barat baru sekitar seribu lebih desa," kata Dedi, Kamis (19/4).

Advertisement

Di Purwakarta, hasil blukan Dedi Mulyadi sudah menghasilkan kondisi yang baik. Kegemarannya memberikan modal ternak berupa domba kepada warga telah membuat populasi domba di wilayah tersebut meningkat pesat.

Bahkan, berdasarkan data pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta, jumlah domba sudah mencapai 1 juta ekor. Sementara jumlah penduduk Purwakarta hanya sebanyak 960 ribu jiwa.

Salah satunya kehidupan Mang Andi (58) warga Desa Salam Nunggal, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut kini sudah berubah. Dinamika dalam kehidupannya memang terhitung pelik karena dirinya tergolong warga tidak mampu.

Advertisement

Paling tidak, kondisi mengenaskan itu terjadi sampai Tahun 2016 lalu sebelum dirinya bertemu dengan Dedi Mulyadi.

Saat itu, Mang Andi merupakan seorang kuli gembala ternak. Dia memperoleh upah dari sang empunya ternak dengan sistem 'maro'. Jika ternak yang dia gembala beranak dua, maka dia memperoleh satu anaknya. Begitu seterusnya.

Akhir Tahun 2016 menjadi momentum perubahan dalam kehidupan Mang Andi. Dia bertemu dengan Dedi Mulyadi yang saat itu menggelar kegiatan Safari Budaya. Sebuah kegiatan rutin mantan Bupati Purwakarta itu sebagai budayawan Sunda.

Sasaran kegiatan tersebut memang pelosok desa. Termasuk, desa yang menjadi tempat tinggal Mang Andi. Sebagai orang kampung yang pernah hidup dalam keadaan serba kekurangan, Dedi Mulyadi memiliki kepekaan besar terhadap berbagai persoalan.

"Waktu itu saya diberi bantuan oleh Kang Dedi Mulyadi. Beliau udunan bersama kawan-kawannya. Jumlahnya, Rp10 Juta. Saya belikan domba 3 ekor. Alhamdulillah sekarang sudah menjadi 7 ekor," katanya.

Sejak membeli 3 ekor domba, Mang Andi mengaku tidak lagi menggembala domba milik orang lain. Dia fokus menggembala kambing miliknya sendiri hasil sumbangan dari Dedi Mulyadi dan kawan-kawan.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.