LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dedi Mulyadi: Rekomendasi enggak penting, yang penting jadi

Dedi Mulyadi: Rekomendasi enggak penting, yang penting jadi. Guyonan Dedi kemudian dibalas oleh satu Pengurus Besar Nahdlatul Ulma (PBNU), KH Mustofa Aqil Siraj. Semula, Kiai Mustofa sempat menyingung soal awal mula lambang NU dibuat. Tiba-tiba ia, ia langsung membalas guyonan Bupati Purwakarta itu.

2017-11-10 20:04:00
Dedi Mulyadi
Advertisement

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi jadi tamu dalam pra musyawarah nasional ulama dan konferensi besar Nahdlatul Ulama (NU) 2017 digelar di Pondok Pesantren Al Muhajirin, Purwakarta. Di hadapan sejumlah Kyai NU itu, Dedi sempat menyinggung soal rekomendasi calon gubernur dari Partai Golkar yang diberikan pada Ridwan Kamil.

"Soal rekomendasi enggak penting, yang penting jadi," ujar Dedi berkelakar, Jumat (10/11).

Guyonan Dedi kemudian dibalas oleh satu Pengurus Besar Nahdlatul Ulma (PBNU), KH Mustofa Aqil Siraj. Semula, Kiai Mustofa sempat menyinggung soal awal mula lambang NU dibuat. Tiba-tiba ia, ia langsung membalas guyonan Bupati Purwakarta itu.

"Sekarang mau gambar banteng atau apa yang penting rekomendasi ya pak Dedi," ujar Kyai Mustofa. ‎

Dalam kesempatan itu, Dedi meyakini para Kiai NU memiliki ilmu tinggi soal keagamaan yang sifatnya vertikal maupun horisontal. Hanya saja, kata dia, Kiai NU harus mulai milenial. Ia mencontohkan pentingnya media sosial sebagai sarana dakwah.

"Sekarang ini justru banyak yang ilmu (agamanya) kurang, pakai medsos, pendukungnya banyak dan dianggap jadi sumber kebenaran, ya jadi masalah," kata Dedi.

Bahkan ke depan, kata dia, Kiai NU harus masuk ke tempat-tempat yang melibatkan banyak orang.

"Kalau bisa Kiai NU masuk ke kawasan-kawasan industri, ajarkan Islam Rahmatan Lil Alamin sehingga bisa mencegah radikalisme," katanya.

Baca juga:
KPK dinilai sudah makin maju, tidak takut pada orang-orang 'besar'
Bantah Golkar, Ridwan Kamil tegaskan belum minat masuk parpol dalam waktu dekat
Golkar gerah banyak kadernya kena OTT, tuding KPK mirip LSM
Setya Novanto kembali jadi tersangka, Wasekjen akui internal Golkar bergejolak
Sekjen Golkar dukung Jokowi minta kasus 2 pimpinan KPK disetop jika tak ada bukti
Respons Golkar setelah Setya Novanto kembali jadi tersangka kasus e-KTP
Setnov tersangka lagi, Golkar yakin tetap solid hadapi Pilkada 2018

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.