Deddy Mizwar minta operasi hiburan malam diterapkan di Jabar
"Saya kira ini harus ada pengawasan lebih ketat lagi dari kepolisian," kata Deddy.
Wagub Jawa Barat (Jabar) Deddy Mizwar mengaku khawatir atas insiden tewas massal karena miras oplosan yang terjadi di tiga wilayah Jabar. Dia pun mengisyaratkan penerapan operasional tempat hiburan malam bukan dilakukan di Bandung, tapi di Jabar.
Penerapan operasional tempat hiburan malam hingga pukul 00.00 WIB di Bandung dinilai efektif menekan peredaran miras dan narkoba.
"Ini menunjukkan pengawasan harus lebih. Dampak mengapa tempat hiburan hingga jam 12 malam ditutup. Kafe-kafe tutup itulah (berdampak positif)," terang pria yang akrab disapa Demiz ini, Jumat (5/12).
Menurut dia, dengan adanya insiden tersebut kepolisian harus bekerja ekstra keras. "Saya kira ini harus ada pengawasan lebih ketat lagi dari kepolisian. Bagaimana penyebaran miras ditekan," katanya.
Hampir 30 warga Jabar tewas karena miras oplosan, dia menilai ini peringatan penting bagi pemda setempat. "Ini warning yang sudah sangat urgent (mendesak). Peringatan penting warga Jabar yang katanya masyarakat religius tapi malah tidak terkontrol," ujarnya.
Oleh karena itu pihaknya mengaku segera berkoordinasi dengan pemda yang ada di Jabar untuk melakukan langkah antisipasi agar peristiwa ini tidak terjadi. Untuk diketahui dalam sepekan ini korban tewas miras oplosan di Jabar terjadi di Depok, Sumedang dan Garut.
Baca juga:
Puluhan warganya tewas karena miras, Demiz bilang 'ini warning'
Korban miras oplosan Sumedang jadi 106, sebanyak 9 orang tewas
Polda Jabar sebut pengoplos miras bisa dipenjara seumur hidup
61 Korban miras oplosan di Sumedang, paling muda usia 11 tahun
3 Korban miras oplosan di Sumedang kabur dari rumah sakit
Tenggak miras cerrybel, 12 warga Garut & 7 warga Sumedang tewas