LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Debat soal kafir, anggota FBR pegang tangan wanita kader PDIP

Dini pun langsung membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Pusat terkait dengan adanya pengrusakan barang. Adanya laporan tersebut, sampai saat ini aparat kepolisian masih memburu pelaku pengrusakan tersebut.

2017-04-15 17:32:00
PDIP
Advertisement

Pria berinisial A, anggota Forum Betawi Rempung (FBR) melakukan perlakuan yang tidak menyenangkan kepada salah seorang pengurus Pimpinan Ranting Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dini Astuti pada Jumat (14/4) malam.

Kejadian tersebut bermula saat Dini hendak pulang ke rumahnya di RT 008 RW 002 No.43 Kelurahan Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hal tersebut dikarenakan lantaran terjadinya salah paham antara pelaku dan juga korban.

"Adanya salah paham karena ada kata-kata kafir," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, Komisaris Polisi Mustakim saat dikonfirmasi, Sabtu (15/4).

Lebih lanjut, Mustakim menjelaskan bermula pelaku datang ke salah satu posko PDIP di Kelurahan Gelora yang memang kebetulan tidak jauh dari rumah korban. Di lokasi, pelaku sempat menuduh kakak Dini seorang kafir. Dengan adanya hal tersebut, langsung terjadi salah paham antara keduanya akibat berdebat antara keduanya.

Setelah tidak terjadinya adu mulut, Dini pun langsung pulang ke rumahnya yang memang tidak jauh dari Posko atau tempat mereka berdebat. Namun, baru saja Dini masuk ke halaman rumahnya, dia langsung dicegah masuk oleh yang pelaku.

Saat itu, pelaku sempat memegang tangan Dini. Namun, bukan hanya itu saja, pelaku juga sempat menendang bak sampah yang terletak di depan rumah Dini hingga pecah dan juga menendang gabus yang berada di halaman rumah Dini.

Dini pun langsung membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Pusat terkait dengan adanya pengrusakan barang. Adanya laporan tersebut, sampai saat ini aparat kepolisian masih memburu pelaku pengrusakan tersebut.

"Korban membuat LP di Polres Jakarta Pusat," pungkasnya.

Baca juga:
Isu SARA tak mempan di putaran dua Pilgub DKI
Timses Ahok soal kampanye negatif: Yang paling jahat itu isu SARA
Anies-Sandiaga dianggap bisa diuntungkan adanya isu SARA
Anies minta Pilgub DKI tak ada ancaman-ancaman dan isu SARA
PDB sebut isu SARA tak berpengaruh di Pilgub DKI
Golkar gelar pengajian, Nusron bekali saksi strategi lawan SARA

Advertisement
(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.