LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Datangi Unsoed Purwokerto, Ganjar ingin kerja sama pertanian

Ganjar meminta dimulai dari kampus gerakan menunjukkan keprihatinan terhadap kebutuhan pangan.

2015-03-05 13:52:33
Ganjar Pranowo
Advertisement

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan saatnya Jawa Tengah tidak hanya mumpuni dalam bidang ketahanan pangan saja namun, sudah waktunya berdaulat di bidang pangan. Untuk memenuhi kebutuhan pangan, Indonesia dan khusus Jawa Tengah tidak diatur oleh negara-negara lain yang menjadi importir komoditas pangan di Indonesia.

Ganjar meminta dimulai dari kampus gerakan menunjukkan keprihatinan terhadap kebutuhan pangan dan melakukan gerakan intensifikasi pangan dengan program integrated farming di masing-masing kampus.

"Pangan tidak hanya ketahanan, tapi ketahanan dan berdaulat di bidang pangan. Mulut kita makan tidak boleh diatur negara lain," tegas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di hadapan ratusan mahasiswa saat memberikan kuliah umum bertema 'Pengembangan Hutan Pendidikan dan Konservasi Biodiversitas di Lingkungan Kampus' di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah Kamis (5/3).

"Kampus-kampus mulai bergerak, Perguruan Tinggi (PT) harus mendahului setidaknya menjadi semacam keprihatinan. UGM Yogyakarta pernah buat Wana Gama di Gunungkidul dan di NTT. Dua-duanya sukses luar biasa. Contoh kedua di UNS di Boyolali. Bu Umi yang menginisiasi, dulu dianggap gila. Tapi usai sekian puluh tahun hasilnya bisa dilihat luar biasa," jelasnya.

Ganjar mengajak para civitas akademika, termasuk mahasiswa dan aktivis kampus untuk memberdayakan lahan. Hal ini karena Jateng masih salah satu wilayah lumbung pangan untuk Indonesia.

"Intensifikasi! Lahan hutan banyak lahan tegakan kita tanami. Panen akan kita ukur bagaimana kebutuhan pangan kita cukupi. Karena di Jateng kita mau ekstesifikasi gak cukup wilayahnya banyak yang sudah jadi mal. Integrated farming bisa kita tanami. UGM hasilnya luar biasa. Bagaimana manfaatkan ruang-ruang untuk produktifitas tinggi," paparnya.

Ganjar menceritakan jika pada awal dirinya menjadi gubernur di Jateng, mengumpulkan 20 rektor di Indonesia untuk mengupas tuntas berbagai macam persoalan di Jateng.

"Saya dulu jadi Gubernur, kumpulkan rektor-rektor. Lalu saya sampaikan kita di Jateng punya problem soal energi. Rektor UI Soebroto, 11 tahun ke depan energi fosil kita habis. Maka kalau kita di bom dengan mobil, kita disedot habis energi fosil kita oleh kita sendiri. Kalau kita tidak ke energi alternatif, energi kita akan cepat habis," ungkapnya.

Namun, dari pengakuan beberapa rektor dan civitas akademika, beberapa penelitian yang dilakukan para pakar dan citvitas akademika sampai saat ini tidak menjadi acuan program pembangunan di Indonesia.

"Penelitian itu sekarang tidak mendapatkan tempat. Atlantis, itu benar-benar Indonesia, katanya buku. Kalau kita bisa mendorong pada pelestarian itu kita punya kapling jelas. Problem pangan, penduduk, UMKM, petani nelayan sampai yang kecil. Saat itu kita minta. Perguruan tinggi mau ambil yang mana?" ucapnya.

Ganjar menegaskan saat ini Pemprov Jateng ditarget oleh Pemerintah untuk swasembada beras sebesar 11,6 juta ton. Posisi Jateng sendiri hingga kini mengalami kelebihan target stok beras sebanyak 2,85 juta ton.

Sehingga saat ini Pemprov Jateng menurut Ganjar berupaya untuk seketat mungkin memberikan izin para pengembang dan pengusaha dalam pendirian pabrik. Menurut pengakuan Ganjar, pernah ada upaya suap terhadap dirinya hanya untuk mendapatkan izin.

"Sekarang kita ditargetkan 11,6 juta ton. Kelebihan kita 2,85 juta ton. Jateng swasembada selesai. Harus naik bukan swasembada. Kita harus kasih makan saudara-saudara kita se Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tapi karena alih fungsi sekarang susah. Alih fungsi luar biasa inilah alih fungsinya. Rumah ini kalau dijual dia katakan tempatnya strategis, dekat sawah, dekat sungai. Yang bisa menjaga negara, pemerintah dengan ruangnya yang nanti berhadapan dengan tata uang alias suap-suap para pengembang," tegasnya.

Ganjar berharap, Unsoed Purwokerto sebagai kampus yang dikenal dengan bidang pertaniannya ikut bekerja sama dengan Pemprov Jateng seperti kampus lainnya.

"Unsoed yang terkenal peternakan, kalau kemudian ada satu research luar biasa. Saya kepingin kerja sama di Jateng. Pemprov Jateng sudah kerjasama dengan Undip Semarang. UNS itu dulu punya berani minta Pak saya UMKM. Maksud saya, nanti Unsoed ambil. Saya berharap pertanian. Mari kita ukur, ini kerja ril kerja kongkrit. Ini partnership PT dan Pemprov Jateng hasilnya riil," paparnya.

Ganjar melakukan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi ini belajar dari pengalamannya di negara lain. Dalam melakukan upaya pemeliharaan dan pengembangan penelitian, selalu melibatkan perguruan tinggi. Termasuk dalam rangka melakukan upaya reformasi birokrasi, Ganjar menggandeng Fisipol UGM Yogyakarta.

"Saya belajar, dari negara maju. Saya ambil contoh Amerika, dia bicara ekonomi, Menkeu orang mana? Alurnya, Barkley, Harvard. Walfree. Teknologi bekerja dengan universitas teknologi MIT. Saya ingin reformasi birokrasi saya. Fakultas politik mana yang sanggup? Saat itulah kami dibuatkan road map Fisipol UGM terkait reformasi birokrasi itu. Saat itulah kita bisa kerjakan pekerjaan besar dengan perguruan tinggi bisa ambil skillnya masing-masing," tuturnya.

Beberapa kampus yang sudah bekerjasama dengan Pemprov Jateng dan melakukan upaya intensifikasi tanam pangan di antaranya UGM Yogyakarta, Unnes, Undip Semarang, Unsoed Purwokerto dan Universitas PGRI Semarang.

Baca juga:
Ganjar Pranowo minta pengoplos pupuk dijerat dengan UU Korupsi
Gandeng BRI, Ganjar optimis kartu tani Jateng selesai tiga bulan
Ganjar ngamuk saat sidak temui 170 lampu di Pantura padam
Temui ribuan pendemo, Ganjar ajak sopir & penambang rembukan

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.