LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Datangi Posko Cemara, Warga Bengkulu Minta Jokowi Setop Proyek PLTU Batu Bara

Jika proses awal saja sudah menimbulkan kerugian bagi warga setempat bukan tidak mungkin ke depan masalah lingkungan akan terus terjadi. Ia bahkan menyebut proyek PLTU batu bara sebagai proyek kotor lantaran kerugian dari proyek tersebut dominan ketimbang untungnya.

2019-02-13 12:23:49
Jokowi
Advertisement

Posko pemenangan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf disambangi perwakilan organisasi lingkungan hidup dan warga yang diduga korban proyek PLTU Batu Bara. Mereka menuntut agar Jokowi segera hentikan proyek kotor yang dianggap menyengsarakan warga setempat.

Olan Sahayu, perwakilan dari Kanopi Bengkulu mengatakan sebagai calon Presiden petahana Jokowi sedianya mempertimbangkan dampak proyek yang merugikan masyarakat. Ketimbang genjot PLTU batu bara, Olan mengingatkan Jokowi konsisten meningkatkan pengembangan energi baru terbarukan.

"Intinya hentikan PLTU batu bara, tapi beralih ke energi baru terbarukan," kata Olan, Jakarta Pusat, Rabu (13/2).

Advertisement

Ia menuturkan, jika proses awal saja sudah menimbulkan kerugian bagi warga setempat bukan tidak mungkin ke depan masalah lingkungan akan terus terjadi. Ia bahkan menyebut proyek PLTU batu bara sebagai proyek kotor lantaran kerugian dari proyek tersebut dominan ketimbang untungnya.

"Bisa dilihat, ini proses konstruksi sudah seperti ini dampaknya, logikanya bagaimana ke depan? Ratusan batang kelapa sawit dibabat begitu saja," tandasnya.

Nur Jannah, wanita paruh baya yang tanaman kelapa sawitnya dibabat pihak PLTU Bengkulu mengatakan tanaman yang ia kelola selama 18 tahun itu secara semena-mena dibabat begitu saja tanpa ada ganti rugi.

Advertisement

Pihak PLTU Bengkulu, kata Nur Jannah, pernah mendatanginya sambil membawa uang yang dianggap PLTU Bengkulu sebagai ganti rugi. Namun, nilai tersebut menurut Nur Jannah tidak sesuai.

"China sudah sangat biadab hancurkan kebun saya, tidak ada ganti rugi. Sekalipun ada datang (membayar ganti rugi) setengah hati," kata Nur Jannah.

Diwakili Olan yang menjelaskan bahwa ganti rugi sejatinya yang menjadi hak Nur Jannah sudah diatur dalam Peraturan Gubernur Bengkulu nomor 27 tahun 2016 yang mengatur jumlah biaya ganti rugi tanam tumbuh.

Dalam Pergub tersebut, per batang dihargai Rp 700.000, sementara kata Olan, Nur Jannah hanya diganti Rp 150.000 per batang oleh pihak PLTU Bengkulu.

"Ibu ini ada 700 batang seluruhnya," kata Olan.

Baca juga:
Presiden Jokowi Kirim Kepala RSPAD Tangani Penyembuhan Ani Yudhoyono
Hari Ini, Presiden Jokowi Lantik Khofifah-Emil di Istana Negara
Jokowi Harap Anak Penerima Bantuan PKH Bisa Jadi Presiden
Polemik Mahalnya Harga Avtur, Tiket Pesawat dan Dominasi Pertamina
Ditanya Jalan oleh Jokowi, Kadis Boven Digoel Papua Jawab Belum Mulus
Jokowi Cerita Masa Kecil: Makan Satu Telur Dibagi Empat dan Dapat Bagian Terkecil

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.