Data Terbaru BNPB: 67 Orang Meninggal Akibat Banjir Jabodetabek dan Longsor di Lebak
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir data terbaru mengenai jumlah korban banjir yang meninggal dunia. Data Senin (6/1), jumlah korban jiwa akibat banjir Jabodetabek dan sekitarnya bertambah menjadi 67 orang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir data terbaru mengenai jumlah korban banjir yang meninggal dunia. Data Senin (6/1), jumlah korban jiwa akibat banjir Jabodetabek dan longsor di Lebak bertambah menjadi 67 orang.
"Korban meninggal karena banjir lima orang di Kota Tangerang dan satu orang meninggal di pengungsian di Kabupaten Bogor. Korban yang sebelumnya dinyatakan hilang telah diketemukan oleh Tim SAR Gabungan dan dinyatakan meninggal di Kabupaten Lebak," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo melalui keterangan tertulis.
Jumlah korban meninggal yang semula didata 60 orang pada Sabtu (4/1) bertambah menjadi tujuh orang. Korban bertambah setelah korban hilang telah ditemukan Tim SAR Gabungan di Kabupaten Lebak dan Kota Tangerang, Banten serta Kabupaten Bogor. Namun masih ada satu korban yang belum ditemukan atas nama Muhadi (35) yang berasal dari Kabupaten Lebak.
Sementara itu, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan air masih menggenangi beberapa wilayah yaitu Kabupaten Bekasi setinggi 20-30 sentimeter (cm), Kota Bekasi 20-60 cm, Kabupaten Bogor 20-30 cm dan Jakarta Barat 20-150 cm.
"Walaupun genangan air kian surut, terjadi penambahan jumlah pengungsi sebesar 917 jiwa menjadi 36.419 jiwa dan titik pengungsian pada beberapa wilayah," ujar Agus.
Wilayah-wilayah itu antara lain Kabupaten Bekasi 3 titik, Kota Bekasi 75 titik, Kabupaten Bogor 27 titik, Kota Tangerang Selatan 1 titik, Jakarta Timur 1 titik, Jakarta Barat 5 titik, Jakarta Selatan 1 titik, Jakarta Utara 1 titik, Kabupaten Lebak 8 titik dan Kota Depok 6 titik.
BNPB mengimbau warga untuk tetap waspada dengan potensi curah hujan yang tinggi dalam sepekan ke depan. Kepala BNPB Doni Monardo juga meminta pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) aktif menginformasikan peringatan dini cuaca dari BMKG kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Baca juga:
12 Daerah di Jabodetabek Tetapkan Status Tanggap Darurat Setelah Banjir & Longsor
57 Titik Longsor Terpantau di Sukajaya Bogor
Kepala BNPB: Presiden Minta Akses ke Desa-desa Terisolir Segera Dibuka
BNPB Minta Masyarakat Perhatikan Peringatan Dini untuk Ketahui Potensi Bencana
BNPB Perkirakan Kerugian Akibat Banjir Mencapai Ratusan Miliar