LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Data Komnas HAM: Brigadir J Masih Komunikasi dengan Vera 30 Menit Sebelum Tewas

Sedangkan, bila merujuk pada keterangan pihak kepolisian, diketahui jika insiden baku tembak antara Brigadir J dengan Bharada E berlangsung sekitar pukul 17.00 Wib.

2022-08-02 19:49:00
Brigadir J
Advertisement

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kembali menemukan fakta baru. Yaitu komunikasi antara Brigadir J dengan kekasihnya Vera Simanjuntak terjadi kurang dari satu jam sebelum insiden baku tembak di rumah dinas, di Komplek Perumahan Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menjelaskan bahwa keterangan komunikasi dari keluarga (Brigadir J) yang viral di media sosial itu turut diamini Komnas HAM, karena benar adanya terjadi sekitar pukul 16.31 Wib.

"Berani mengatakan bahwa dalam data kami memang pada tanggal 8 Juli (saat baku tembak) itu jam 16.31 Wib persis, karena kemudian kami kroscek lagi sama dia. Dia kirimkan screenshotnya 16.31 Wib masih berkomunikasi seperti itu," ucap Taufan kepada wartawan, Selasa (2/8).

Advertisement

Waktu itu terbilang kurang dari satu jam, apabila dikaitkan dari temuan merdeka.com yang mendapat keterangan rekaman CCTV insiden baku tembak terjadi antara pukul 17.12 sampai pukul 17.23 Wib. Ditandakan berputar baliknya rombongan Irjen Ferdy Sambo ke rumah TKP baku tembak.

Sedangkan, bila merujuk pada keterangan pihak kepolisian, diketahui jika insiden baku tembak antara Brigadir J dengan Bharada E berlangsung sekitar pukul 17.00 Wib di rumah dinas Komplek Perumahan Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Sementara, Taufan menjelaskan bahwa komunikasi itu telah menjadi fakta temuan usai dikonfirmasi ke seluruh ajudan atau adc Irjen Pol Ferdy Sambo serta asisten rumah tangga (art) di rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling.

Advertisement

"Kemudian juga dari beberapa pihak lain yah, yang menyaksikan atau berada di titik-titik tertentu," ucap dia.

Kendati demikian, Taufan mengatakan jika terkait adanya temuan komunikasi tersebut masih didalami apa yang terjadi di lokasi TKP baku tembak. Pasalnya hal itu perlu dibongkar, karena bukti rekaman CCTV rusak.

"Ini kan sekarang ruang yang kita anggap sebagai ruang krusial yang masih harus dibongkar lagi, apa yang terjadi itu adalah di tempat rumah dinas atau diduga TKP itu," tuturnya.

Meski disebut rusak, Taufan mengatakan pihaknya bakal menguji dalil keterangan soal CCTV rusak pihak kepolisian apakah benar atau tidak. Dengan menggali saksi-saksi di tempat kejadian.

"Ini yang karena ada kerusakan yah atau tidak berfungsinya CCTV. Menurut mereka sekali lagi kami katakan masih menurut mereka kami akan kroscek apa benar itu, nah karena sementara ini tidak dapatkan CCTV di rumah yang diduga TKP itu," sebutnya.

"Maka satu-satunya yg bisa dikumpulkan adalah keterangan misalnya soalnya tembak-menembak hanya dari saudara Bharada E," tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak juga membenarkan adanya komunikasi antara Vera Simanjuntak dengan Brigadir J yang terlihat dalam dokumen whatsapp.

"Ada komunikasi ada whatsapp jam 16.25 Wib masih contreng, biru tapi kita tidak tahu siapa yang menguasai whatsapp itu," kata Kamaruddin saat ditanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Soal bukti adanya komunikasi via chat itu, kata Kamaruddin, masih harus dipastikan. Karena apakah handphone tersebut dikuasai Brigadir J atau pihak lain karena peretasan.

"Ya bisa jadi, kan telponnya diretas. Jangankan hp almarhum, hp ayah ibunya saja kemudian hp kakak adiknya diretas juga harus diuji juga itu siapa," ucapnya.

Namun demikian terkait komunikasi apa yang menjadi pembahasan dalam via chat tersebut, Kamarudin belum mengetahuinya.

Update Kasus

Sekedar informasi jika kasus baku tembak yang terjadi di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7) pukul 17.00 Wib. Turut melibatkan Brigadir J yang tewas akibat tembakan dari Bharada E.

Adapun baku tembak itu ditengarai adanya dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J kepada istri Irjen Pol Ferdy Sambo. Untuk saat ini kasus yang ditangani Polda Metro Jaya berkaitan dugaan pelecehan, dan pengancaman serta percobaan pembunuhan terhadap Istri Ferdy Sambo telah ditarik ke Bareskrim Polri

Alhasil, kini Bareskrim Polri turut mengusut tiga kasus dengan tambahan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang dilaporkan kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak. Dimana ketiga kasus ini telah dinyatakan naik penyidikan.

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.