Daripada marah nama dicatut, Jokowi ditagih setop kontrak Freeport
"Ini malah Presiden lebih memilih menanggapi dengan serius sidang Mahkamah Kehormatan Dewan."
Kisruh mengenai PT Freeport Indonesia nampaknya semakin memanas. Ketua PP Muhammadiyah Dahnil Anzar, tagih janji Presiden Joko Widodo agar tegas tak perpanjang kontrak Freeport tersebut, bukan malah marah-marah tentang pencatutan namanya dalam rekaman Setya Novanto (Setnov).
"Saya harap Pak Jokowi segera membuktikan ucapan beliau yang tak akan memperpanjang kontrak karya PT Freeport jika perusahaan asal Amerika Serikat itu tak mau memenuhi poin-poin yang diajukan oleh pemerintah Indonesia," kata Dahnil di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Senin (14/12).
Dahnil memaparkan Jokowi harus membuktikan dengan segera memberi statemen tegas tak ada lagi kerjasama tersebut. Sebab, sejauh ini menurutnya presiden masih belum menunjukkan akan bertindak tegas pada pemerintahannya.
"Ini malah Presiden lebih memilih menanggapi dengan serius sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) di DPR yang menurut saya justru tidak substantif. Presiden marah soal MKD, kok jadi terlarut ke sana? Kalau memang tidak setuju buat kebijakan cepat," ucapnya.
"Daripada sibuk marah soal pembajakan nama, Jokowi harus cepat ambil sikap ke Freeport. Tidak mau ya bilang jelas tidak, kalau mau perpanjang ya jelasin kenapa. Jangan sekarang marah-marah enggak tahunya mungkin nanti tetap diperpanjang," tutupnya.
Baca juga:
Usai sidang di MKD, Luhut ogah ditanya lagi kasus 'Papa Minta Saham'
Amien Rais tuding penambangan Freeport bikin Gunung Jayawijaya habis
Luhut: Setelah ini, jangan tanya saya lagi soal Freeport
Luhut akui menghadap SBY agar Freeport diperpanjang, tapi ditolak
Ridwan Bae siap diperiksa MKD gara-gara hadiri jumpa pers Luhut