LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dari menteri agama sampai anggota DPR tolak ISIS di Indonesia

ISIS mendesak agar umat Islam di Indonesia untuk begabung di kelompoknya.

2014-08-02 07:09:00
Ekstremis ISIS
Advertisement

Sekelompok warga Indonesia telah muncul dalam sebuah video dirilis oleh kelompok Islamic State of Iraq and Syriah (ISIS) mendesak agar umat Islam di Indonesia untuk begabung dikelompok itu. Video yang berdurasi delapan menit ini diunggah di dunia maya dengan judul 'Bergabung dalam Barisan'.

Seperti dilansir situs ABC Online, video itu menampilkan seorang pria bernama Abu Muhammad al-Indonesi ini menyerukan agar umat Islam di Indonesia untuk berpindah ke negara islam.

"Keluarkan semua upaya Anda baik dengan menggunakan kekuatan fisik dan keuangan Anda untuk bermigrasi ke Negara Islam," kata Abu Muhammad dalam video itu.

"Ini merupakan kewajiban diperintahkan oleh Allah."

Abu Muhammad mengajak kaum muslim yang tinggal di Barat, untuk berjihad di jalan kebenaran.

"Apakah istri Anda menjadi alasan yang mencegah Anda berjihad?" ucap dia.

"Apakah rumah Anda, bisnis dan kekayaan Anda lebih Anda cintai daripada kepada Allah, RasulNya dan jihad di jalanNya?"

Beredarnya video tersebut muncul beragam tanggapan, berikut tanggapan yang berhasil dihimpun merdeka.com:

Baca juga:
Muncul foto anak-anak Indonesia berpose dukung ISIS
Menag protes ISIS bilang Pancasila itu berhala
Menag: Umat Islam di Indonesia jangan ikut-ikutan ISIS
ISIS ingin mahasiswa di Mosul dipisahkan sesuai jenis kelamin

Advertisement

Menag: Umat Islam di Indonesia jangan ikut-ikutan ISIS

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta umat Islam di Indonesia untuk tak terpengaruh dengan gerakan ISIS. Mantan wakil MPR RI ini menilai ISIS gerakan radikal yang tak patut dicontoh di Indonesia.

"ISIS itu suatu organisasi pergerakan yang berpaham radikal. Yang gunakan kekerasan demi memperjuangkan apa yang diyakininya. Mereka ingin perjuangkan negara Islam di Irak dan Suriah. Umat Islam Indonesia tak perlu terpengaruh dan ikut-ikutan," kata Lukman dalam keterangan tertulis, Jumat (1/8).

Menurut Lukman, inti dari dakwah Islam adalah mengajak dan merangkul semua kalangan dengan cara-cara yang baik dan penuh hikmah. Bukan dengan menebar ketakutan dan kekerasan.

"Di era globalisasi ini, kita harus mampu memperkuat diri sendiri guna menangkal anasir yang bisa mengusik keutuhan kita sebagai sesama umat beragama, berbangsa, dan bernegara," kata politikus PPP ini.

ISIS akan hancurkan persatuan Indonesia

Anggota Komisi I DPR RI Susaningtyas Nefo Kertopati (Nuning) meminta keberadaan kelompok ISIS di Indonesia untuk ditelaah. Sebab, dia menilai ISIS perlu dianalisa dari latar belakang dan jaringanya.

"Saya rasa tumbuhnya organisasi semacam ini harus ditangani secara terintegrasi," kata Nuning, Kamis (31/7).

Nuning mengaku khawatir ISIS dapat membawa ajar yang akan merusak persatuan kesatuan bangsa.

Advertisement

BNPT ancam jatuhkan hukuman terhadap WNI bergabung ISIS

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan menjatuhkan hukuman terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang memberikan dukungan terhadap kelompok ISIS. Sebab, sesuai undang-undang WNI tidak diperbolehkan setia untuk mengabdi kepada negara lain.

"Di antaranya Pasal 23 huruf (f) Undang-Undang No 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI. Dalam pasal itu disebutkan, WNI akan kehilangan kewarganegaraannya jika secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut. Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS), kan, bagian dari negara asing," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Ansyaad Mbai, Kamis, (31/7).

Dia menambahkan, selain UU Kewarganegaraan RI, juga Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). "Namun, kami masih mempelajari," katanya.

ISIS harus diwaspadai

Direktur Aliansi Indonesia Damai yang juga pemerhati masalah Timur Tengah dan Dunia Islam Hasibullah Satrawi mengatakan, kelompok CSIS memang sengaja menargetkan Islam di Indonesia karena memiliki macam ideologi.

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah harus benar-benar mewaspadai dan mengantisipasinya.

"Secara komunikasi politik ini menunjukan bahwa Indonesia menjanjikan bagi pasar bebas berbagai macam ideologi terutama terorisme, ini bisa kita lihat dari bahasa yang digunakan, orang yang ditampilkan. Orang yang digunakan orang Indonesia dan menggunakan bahasa Indonesia maka secara komunikasi politik, video ini sedang ditujukan kepada masyarakat Indonesia, simpatisan ISIS di Indonesia agar bergabung dalam gerakan ini," kata Hasibullah.

Menag sebut ISIS bertentangan dengan Pancasila

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta umat Islam di Indonesia tak ikut-ikutan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Lukman pun menyebut ideologi ISIS bertentangan dengan Pancasila.

"Mengatakan Pancasila sebagai thogut atau berhala yang harus diperangi itu sudah amat kelewat batas," tegas Lukman dalam keterangan tertulis, Jumat (1/8).

Lukman pun meminta seruan untuk bergabung itu tak perlu ditanggapi.

"Mengangkat sumpah dan berjanji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing itu bisa sebabkan kehilangan kewarganegaraan RI. Kita harus dukung aparat penegak hukum untuk bekerja profesional dalam menanganinya," katanya.

"Saya berharap dalam memanfaatkan momentum Idul Fitri ini, setiap ormas Islam dengan bimbingan dan arahan ulamanya masing-masing mampu lebih mengintensifkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Yang menebarkan kemaslahatan bagi sesama dalam bingkai keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," lanjut Lukman.

(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.