Dari atas KRI Banda Aceh, air mata dan doa keluarga untuk korban Lion Air jatuh
KRI Banda Aceh memutar dua kali di lokasi jatuhnya pesawat. Usai itu, kapal berhenti beberapa menit untuk mempersilakan keluarga melakukan tabur bunga.
Air mata membasahi dek Kapal KRI Banda Aceh. Tangisan keluarga korban Pesawat Lion Air JT610 PK-LQP, tak terbendung saat berada tak jauh dari lokasi jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11).
Pantauan merdeka.com, keluarga yang ikut di KRI Banda Aceh tak tahan menahan air mata. Bahkan, mereka juga tak tahan untuk menahan untuk berdiri sehingga dibantu oleh petugas dari pihak TNI maupun Polri.
Di atas KRI Banda Aceh, lantunan ayat-ayat suci Alquran terdengar syahdu. Beriringan dengan litani doa dari keluarga korban non muslim. Doa terbaik untuk para korban.
KRI Banda Aceh memutar dua kali di lokasi jatuhnya pesawat. Usai itu, kapal berhenti beberapa menit untuk mempersilakan keluarga melakukan tabur bunga.
"Silakan bapak ibu apabila ingin melakukan tabur bunga, kami sudah sediakan. Inilah tempat jatuhnya saudara-saudara kita saat itu, persisnya di sebelah kiri kita," kata Pangkoarmada I Laksda Yudo Margono, Selasa (6/11).
Keluarga dipersilakan berdiri di pinggir kapal dengan dijaga oleh personel TNI Angkatan Laut (AL). Keluarga korban juga didampingi psikolog dari Mabes Polri. Para pramugari Lion Air memayungi dari panas terik matahari.
Baca juga:
27 Jenazah korban Lion Air jatuh sudah teridentifikasi dan diserahkan ke keluarga
Video dokumentasi SAR diputar saat perjalanan ke lokasi tabur bunga korban Lion Air
Tangisan keluarga korban Lion Air pecah ketika bertemu Kabasarnas
Tim SAR perluas pencarian korban Lion Air PK-LQP di pesisir pantai Tanjung Pakis
Para keluarga korban Lion Air berkumpul di Tanjung Priok untuk tabur bunga
Rekan seangkatan polisi korban Lion Air gelar upacara penghormatan di RS Polri