LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Danang produksi nata de coco pakai pupuk kimia selama 5 tahun

Kondisi pabrik bekas sekolahan ini kumuh.

2015-04-01 13:23:33
Makanan Berbahaya
Advertisement

Danang Ari Prasetya (36), pemilik pabrik pembuatan nata de coco berbahan baku pupuk kimia ZA di Godean, Sleman, sudah menjalankan bisnis diduga berbahaya ini sejak lima tahun. Tetapi untuk produksi pabrik di Sleman, Danang baru jalan sekitar satu bulan.

"ADP baru satu bulan berada di bekas SD ini, tapi sebelumnya sudah pernah produksi lima tahun lalu," kata Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnaen kepada wartawan di Sleman, Rabu (1/4).

Hari ini polisi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di pabrik Danang. Pantauan merdeka.com, banyak warga mengerumungi lokasi. Sejumlah polisi dibantu TNI mengamankan jalannya olah TKP yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga sekitar 12.24 WIB.

Polisi membawa beberapa loyang berisi nata de coco dari pabrik untuk dites di laboratorium. Hal ini untuk memastikan apakah bahan baku minuman segar tersebut berbahaya atau tidak.

"Ini masih menunggu untuk menetapkan tersangka dan berbahaya atau tidak," lanjut Faried.

Pabrik nata de coco diduga berbahaya ini memanfaatkan bangunan sekolah di Sidomoyo, Godean, Sleman yang sudah tidak terpakai. Kondisi bangunannya kumuh, genteng juga banyak yang pecah.

Sedikitnya ada tiga bekas ruangan kelas yang berukuran sekitar 7 x 5 meter yang dipakai Danang sebagai tempat penyimpanan nata. Kondisinya sama-sama tidak layak huni.

Selama menjalankan pabrik di Sleman ini, Danang mempekerjakan sembilan karyawan. Ada dari warga sekitar pabrik maupun dari luar kota.

Danang mengaku bisa memproduksi 700 kg nata de coco setiap harinya. Nata de coco buatannya kemudian dikirim ke tiga perusahaan di Bogor dan Bekasi. Jadi perusahaan inilah yang mengolah dan mengemas nata de coco dengan merek sesuai dengan pesanan.

"Pengakuan dari DAP (Danang), itu diberi merek beberapa swalayan dan toko berjaring, dia juga menyebutkan Alfamart dan Indomaret," lanjut Faried.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pupuk ZA merupakan akronim dari istilah bahasa Belanda yakni zwavelzure ammoniak, yang berarti amonium sulfat (NH4SO4).

Pupuk ZA merupakan jenis pupuk kimia, biasa digunakan di dunia pertanian untuk menambah unsur hara nitrogen dan belerang bagi tanaman. Bentuk fisik pupuk ini butiran kristal mirip garam dapur dan terasa asin di lidah.

Aplikasi pupuk ZA sering digunakan petani untuk tanaman yang berada di tanah alkalin atau tanah dengan kandungan pH di atas 7.

Di negara-negara konflik, seperti Pakistan dan Afganistan, pupuk ZA dipakai sebagai komposisi dasar pembuatan bahan peledak.

Baca juga:
Polres Sleman gerebek pabrik nata de coco berbahan pupuk kimia
Nata de coco berbahan pupuk kimia dijual di banyak minimarket
Ini fakta pupuk ZA yang digunakan sebagai campuran nata de coco

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.